You can enable/disable right clicking from Theme Options and customize this message too.

Tehe Veggie Bistro

Entah sudah berapa bulan saya tidak berkunjung ke tempat ini. Biasanya sebulan sekali saya datang ke restoran vegetarian ini untuk makan. Bagi saya tempat ini enak untuk nongkrong sambil browsing atau mengerjakan beberapa hal dengan laptop sambil melihat ke bawah ke arah lalu lintas yang cukup padat.
Tehe Veggie Bistro
Terletak di pertigaan pasar lama kota Tangerang, tempat ini sangat mudah dijangkau. Dari stasiun tangerang tinggal berjalan kaki ke arah selatan ke arah pasar lama sekitar 200 meter. Letak restorannya bersebelahan dengan pendopo kabupaten tangerang tepat di pintu masuk komplek pertokoan dan pusat kuliner pasar lama tangerang. Restoran ini berada di lantai dua diatas sebuah toko bunga.
Squid Bento
Menu favorit saya kalau kesini ya itu…Squid Bento. Lah restoran vegetarian kok ada cumi nya. ya … bahannya dari olahan tepung dan rumput laut. Ada puluhan menu vegetarian yang dijual disini, ada makanan khas Indonesia seperti sate ayam, rendang, nasi goreng, bakso atau makanan luar seperti steak, burger, nasi hainam dan bento, tentu saja versi vegetarian. Soal rasa ya..mendekati rasa daging atau ikan yang asli. Bagi yang belum terbiasa mungkin sedikit aneh atau bahkan  merasakan rasanya sama sekali tidak mendekati rasa yang asli.

Bagi yang sudah tidak makan ikan dan daging karena alasan kesehatan atau apapun itu, terkadang makanan dari bahan gluten ataupun olahan tepung dengan rasa rumput laut mengingatkan kita akan rasa ikan laut. Memang di kalangan para vegan yang berbasis kepercayaan tertentu penggunaan bahan tiruan ini dihindari karena membuat orang melenceng dari tujuan awal untuk mengendalikan indra dari keinginan memakan daging. But….saya sih belum se strict itu untuk ber-vegetarian.

Soal harga…memang ada yang bilang harga makanan disini mahal, ya..untuk seporsi squid bento tadi dan sebotol air mineral saya membayar 41 ribu rupiah. Memang untuk bahan tiruan daging atau ikan yang digunakan masih diimpor dari Taiwan, Tiongkok ataupun Malaysia..so…memang harganya cukup mahal dan restoran ini pun menjual bahan-bahan tersebut.

Soal suasana, cukup enak. Terletak di lantai dua, ruangan dibagi menjadi ruang ber AC dan yang tidak. Bagian depan yg tidak ber AC semi terbuka sehingga kita bisa melihat  ke bawah langsung ke jalan…ini spot favorit saya. Kalau kita memandang ke tembok atau pilarnya maka akan terlihat foto-foto, pamflet yang isinya ajakan untuk menjadi vegetarian, kliping koran yang pernah meliput restoran dan sang pemilik ataupun berbagai informasi tentang makanan vegetarian.

Menurut saya sih tempat ini layak dijadikan salah satu tempat untuk berkunjung jika ke Tangerang.

Share this post

Published by

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Alert: Content is protected !!