You can enable/disable right clicking from Theme Options and customize this message too.

Strategi Memilah Saham 3 : Price Earning to Growth (PEG)

PEG merupakan perbandingan antara PER perusahaan dengan EPS growth pada periode tertentu. PEG digunakan untuk mengukur apakah suatu perusahaan sudah overvalue atau under value.
PEG yang bagus dibawah 1, saya mengambil standar agak rendah lagi yaitu dibawah 0.5 untuk mencari perusahaan yang benar-benar masih undervalue.
PEG dapat dihitung dengan :  PEG=PER/growth (5 atau 1 tahun). Kita ambil contoh 2 emiten di bursa efek:
 
Perusahaan 1 : UNVR
PER: 43.36
EPS growth 5 yr: 19.76 %
EPS growth 1 yr: 16.23 %
PEG 5 tahun : 2.19
PEG 1 tahun : 2.67
 
Perusahaan 2: AISA
PER: 14.7
EPS growth 5 yr: 280 %
EPS growth 1 yr: 80 %
PEG 5 tahun : 0.05
PEG 1 tahun : 0.18
 
Jika kita membandingkan perusahaan bidang consumer goods UNVR dan AISA maka UNVR akan terlihat overvalue dan tidak menarik, sayapun lebih tertarik dengan AISA. Namun hal ini dapat diperdebatkan karena jelas kapitalisasi UNVR jauh diatas AISA , pemilihan tergantung pada tipe investornya.   
 

note : data diambil dari www.reuters.com pada tanggal posting

Share this post

Published by

6 thoughts on Strategi Memilah Saham 3 : Price Earning to Growth (PEG)

  1. hal ini yg selalu mengganggu pikiran saya, per menunjuk berapa kali (bukan berapa persen), sedang eps growth menunjuk berapa persen (bukan berapa kali),..dua bilangan itu berbeda,..bagaimana bisa langsung menjadi PER dibagi EPS growth = Peg..? ilustrasinya tdk mungkin 43 ayam dibagi 29 kucing…? kecuali 43ayam bisa dibagi 29 ayam juga..mohon penjelasannya bung…tks

  2. Menurut saya, PER 1 kali berarti 100%, 2 kali berarti 200%, 10 kali berarti 1000% dst. Jadi menurut saya PEG (rasio PEG dg EPS growth) ada nilainya dan sah…

    Thanks komennya…klo boleh tahu nama anda siapa?

  3. Tepat..kalau begitu maka Peg UNVR diatas adalah : 4300%/19% = 226,3. atau 43 kali / 0,19 kali (19%) = 226,3…! (koma persentase sengaja saya hilangkan utk memudahkan)..betul Bli…? yang salah menurut saya semua orang menghitung Peg diatas menjadi 43/19…coba anda teliti…itu 19% = 0.19 (bukan 19) jadi 43/0.19 = 226,3. Dengan ratio ini maka peg tidak akan pernah ditemukan sebesar 1. Coba anda periksa lagi Bli..benar tidak pendapat saya..Tks..btw nama saya JM,

  4. Saya juga tidak terlalu menyadari hal ini. Kalau saya baca di https://en.wikipedia.org/wiki/PEG_ratio ,rumus ini hanya pendekatan saja.

    Untuk menghitung PEG memang angka % growth tidak dibaca jadi growth 19% dibaca hanya 19 saja, sesuai rumus di artikel.

    Perkiraan saya karena n kali(PER) dengan laju X (growth) adalah bilangan dengan beda dimensi waktu. 2 langkah (200%) dan 1 langkah per tahun (10%) persennya tidak bisa dihilangkan.

    thanks…..

  5. Maaf Bli saya tdk bermaksud mengkritik anda..tapi sy menolak rumus itu, entah siapa yg membuatnya. kesalahan fatal rumus ini mengakibatkan semua orang disaham percaya peg yg baik max 1, padahal itu tidak mungkin ada…! sebab kalau 19% dibaca 19,..ini sdh pembodohan matematika yg luarbiasa krn tdk ada alasan apapun yg membantah 19% = 19/100=0.19. berhitung/matematika itu hasilnya PASTI…tdk bisa ada PENAFSIRAN apapun..! meski dialaskan hny sebagai pendekatan sprti kata wikipedia yg anda sebut…BTW…tulisan saya hny sekedar berbagi pendapat…sampai saat ini sy gak mau hitung PEG,..cukup melihat eps growth saja dgn per secara terpisah…thanks Bli…GBU

  6. Thanks masukannya….., memang rumusnya agak aneh dan angka 1 pun berbagai sumber banyak yang memperdebatkannya. Meskipun merupakan pembodohan matematika..:)hehe… setidaknya sudut pandang pembuat rumus tersebut masih boleh pakai sebagai salah satu dasar memilih saham. Yah rumus salah kaprah yang dibuang sayang…

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Alert: Content is protected !!