You can enable/disable right clicking from Theme Options and customize this message too.

Strategi Memilah Saham 1 : EPS & Sales Growth

Sangatlah penting untuk memeriksa laporan keuangan dari perusahaan yang sahamnya akan kita beli. Memang sebagai orang awam yang tidak mengetahui dasar-dasar akuntansi kita bingung kalau disuruh membaca laporan keuangan. Bagi pemain retail dengan modal kecil yang main saham adalah pekerjaan sambilan tentu akan sangat merepotkan. Sekarang intisari laporan keuangan dari emiten di bursa-bursa seluruh dunia bisa kita dapatkan di website www.reuters.com. Saya sangat menyukai website ini karena sangat praktis bisa lihat chart, laporan keuangan dan rekomendasi para analis saham.

Perusahaan yang bagus adalah yang mampu menghasilkan keuntungan bagi shareholdernya dalam laporan keuangan disebut sebagai Earning Per Share (EPS). Kalau kita lihat laporan keuangan masing-masing emiten di bursa efek semuanya terlihat bagus-bagus. Sayapun pertama kali bingung untuk memilih. Seperti pemain newbie yang lain sayapun akhirnya memilih saham yang terdengar agak terkenal secara acak sesuai feeling ataupun rekomendasi-rekomendasi dari koran-koran dan dari broker tempat saya buka account. Hasilnya bisa ditebak, nilai account saya berkurang secara perlahan-lahan.
Diantara perusahaan-perusahaan dengan EPS yang bagus harus dipilah menjadi perusahaan mana yang paling top. Sayapun mulai menggunakan indikator EPS growth. Artinya pertumbuhan EPS dari perusahaan tersebut selama periode tertentu. Di website reuters disediakan data untuk EPS growth selama 5 tahun, 3 tahun, 1 tahun, EPS growth tahun ini dibanding setahun yang lalu, EPS growth triwulan saat ini dibanding triwulan yang sama setahun sebelumnya.
Sebagai contoh dua emiten di BEI:
Perusahaan 1: ASII
– 5 years growth: 15.56 %
– 3 years growth: 24.59 %
– 1 years growth: 9.19 %
– EPS (TTM) vs TTM 1 yr ago : 9.19 %
– EPS (MRQ) vs Qtr 1 yr ago :9.34 %
Perusahaan 2: BBRI
– 5 years growth: 31.58 %
– 3 years growth: 37.69 %
– 1 years growth: 24.97%
– EPS (TTM) vs TTM 1 yr ago : 24.26 %
– EPS (MRQ) vs Qtr 1 yr ago :20.79 %
Dilihat dari growth diatas bisa kita simpulkan sementara bahwa pertumbuhan EPS BBRI lebih baik dibanding dengan ASII
Selain EPS growth, Sales growth sangat penting untuk dilihat, terkadang perusahaan untuk menghasilkan keuntungan dilakukan dengan menjual aset-aset mereka dan bukan dari proses produksi/penjualan produknya. Sama dengan EPS growth Sales growth juga dapat dilihat selama 5 tahun, 3 tahun, 1 tahun, Sales growth tahun ini dibanding setahun yang lalu, Sales growth triwulan saat ini dibanding triwulan yang sama setahun sebelumnya.
 masih dengan contoh dua emiten diatas:
Perusahaan 1: ASII
– 5 years growth: 21.79 %
– 3 years growth: 24.04 %
– 1 years growth: 15.69 %
– Sales (TTM) vs TTM 1 yr ago : 15.68 %
– Sales (MRQ) vs Qtr 1 yr ago :4.37 %
Perusahaan 2: BBRI
– 5 years growth: 16.38 %
– 3 years growth: 11.98 %
– 1 years growth: 3%
– Sales (TTM) vs TTM 1 yr ago : 3 %
– Sales (MRQ) vs Qtr 1 yr ago :10.12 %
Kalau kita lihat Sales growth overall ASII masih lebih oke. Bingung pilih main yang mana? saya juga seperti itu pada awalnya. Bagi yang dana tak terbatas tentu bukan pilihan sulit, tapi pemain dengan dana mepet seperti saya saya harus mengeliminasi salah satunya.
Untuk mengeliminasi/memperkecil pilihan saham yang akan dimainkan perlu masing-masing pemain menentukan berapa growth minimum dari saham yang akan dimainkan. Saya sendiri menggunakan nilai untuk masing growth sebagai berikut:
– 5 years growth: minimum 20 %
– 3 years growth: minimum 25 %
– 1 years growth: minimum 30 %
– EPS & Sales (TTM) vs TTM 1 yr ago : minimum 30 %
– EPS & Sales (MQR) vs Qtr 1 yr ago : minimum 30 %
Kesimpulannya : Saya tidak memainkan kedua saham diatas….:)

note: data emiten didapat dari www.reuters.com pada tanggal posting artikel

Share this post

Published by

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Alert: Content is protected !!