You can enable/disable right clicking from Theme Options and customize this message too.

Panin Financial : A Paper Asset Company?

Paper asset company adalah perusahaan yang tidak langsung bergerak di sektor riil melainkan berinvestasi melalui kepemilikan saham di perusahaan lain baik sebagai pengendali ataupun minoritas. Biasanya yang tergolong seperti ini adalah perusahaan induk dari sebuah grup bisnis. Biasanya lini bisnisnya bersifat campuran atau tidak satu lini usaha. Karena tidak terjun langsung dalam usaha, bagaimana dalam laporan keuangannya? Ya..laporannya adalah laporan keuangan dari semua anak perusahaannya dimana perusahaan tersebut menjadi pengendali.
Jika kita ingin mengerti bisnis dari perusahaan seperti ini maka kita juga harus mempelajari kegiatan usaha dari masing masing anak perusahaannya. Ada banyak perusahaan yang tergolong seperti ini di bursa, sebut saja Star Pacific (LPLI) dan Multipolar (MLPL) dari grup Lippo, Bakrie and Brothers (BNBR), Saratoga Sedaya (SRTG) serta Paninvest (PNIN) dan Panin Financial (PNLF) dari grup Panin yang kiranya boleh saya kategorikan kedalam paper asset company.

 

Dalam kesempatan ini saya akan mengulas sedikit tentang Panin Financial (PNLF). Saya tertarik secara tidak sengaja setelah membandingkan laporan keuangan perusahaan di sektor asuransi. Secara fundamental, teknikal dan likuiditas PNLF cocok bagi yang ingin membeli saham untuk investasi atau trading di sektor asuransi.
Pemegang saham Panin Financial (PNLF) adalah Paninvest (PNIN) sebesar 54,38%, Prudential Life Assurance 5% dan sisanya dimiliki masyarakat (40,58%). Kalau melihat strukturnya memang agak unik ya perusahaan holding seperti PNLF punya holding juga yaitu Paninvest (PNIN). PNIN juga termasuk paper asset company, meskipun punya usaha riil langsung yaitu asuransi kerugian umum.
Sektor Perbankan 
Panin Financial (PNLF) menjadi pemegang saham terbesar dari bank Panin (PNBN) dengan kepemilikan sebesar 46%. Meskipun bank Panin kinerjanya tidak semoncer bank – bank papan atas indonesia namun tumbuh cukup baik dengan pertumbuhan sebesar 19% dibanding tahun 2013. Untuk kondisi tahun 2015 kondisi sektor perbankan akan tetap tumbuh seperti tahun 2014. Dalam salah satu public expose manajemen mengungkapkan target pertumbuhan moderat antara 15-17% penyaluran kredit dan pengumpulan dana pihak ketiga. Untuk sektor yang disasar, PNBN masih fokus pada usaha mikro, kecil dan menengah.
Sektor Asuransi 
Panin Financial melepas sebagian pemilikannya pada Panin Life kepada Dai-Ichi Life jepang dan mengubah nama Panin Life menjadi Panin Dai-Ichi Life. Kepemilikan Panin Financial di Panin Dai-ichi Life adalah sebesar 60% dan sisanya oleh Dai-ichi Life jepang. Panin Dai-Ichi Life bergerak di bidang asuransi jiwa, kesehatan dan pendidikan. Berbagai produk sudah diluncurkan baik proteksi murni, proteksi dengan investasi (unit link) dan proteksi syariah. Penambahan kantor cabang baru di Jakarta dan Tasikmalaya serta penggenjotan pemasaran melalui bancassurance diharapkan menggenjot pertumbuhan premi di tahun 2015.
Selain menjadi pengendali dari kedua perusahaan tersebut, Panin Financial juga memiliki aset berupa saham di beberapa perusahaan publik, diantaranya PTBA, UNTR, ADRO dan CTRS. Kepemilikan saham pada perusahaan diatas murni untuk investasi, artinya ada kemungkinan besar dijual setiap saat. Selain investasi saham, perusahaan juga berinvestasi ke dalam banyak instrumen investasi seperti reksadana dan obligasi.
Laporan Keuangan
 
Kalau kita membaca laporan keuangan tahun 2014 dari Panin Financial maka kita akan menemukan bahwa isi dari perusahaan ini hanyalah uang, uang dan uang. Hahaha… Mari kita bedah satu persatu.
Total Aset dari PNLF adalah 19.6 Triliun. Aset keuangan sebesar 2.8 Triliun. Investasi pada entitas asosiasi dalam hal ini Bank Panin (PNBN) sebesar 9.7 Triliun. Dan sisanya Kas atau setara kas adalah sebesar 6.4 triliun. Pertanyaan kita adalah kas sebesar itu akan diapakan ya?
Hutang dan kewajiban perusahaan yang terdiri dari hutang asuransi dan hutang usaha adalah 4.8 Triliun. Andaikan harus bayar hutang langsung maka dengan kas yang “segede gaban” maka semuanya langsung lunas ya…..hehe.
Ekuitas perusahaan yang terdiri dari modal saham yang disetor dan saldo laba ditahan yang belum ditentukan penggunaanya adalah sebesar 14.7 triliun. Sehingga modal kerja (Liabilitas dan Ekuitas) adalah sebesar 19.6 Triliun.
Pendapatan perusahaan tahun 2014 adalah sebesar 4.4 Triliun. Naik sebesar 21 persen dari tahun 2013. Pendapatan tersebut didapat dari Premi asuransi 3.6 Triliun, dan sisanya dari hasil investasi dan penjualan efek sebesar 782 Miliar. Beban usaha tahun 2014 yang terdiri dari klaim asuransi dan liabilitas manfaat klaim masa depan sebesar 4 Triliun, naik 18 persen dibanding tahun 2013. Laba bersih perusahaan adalah sebesar 1.4 Triliun, naik 28.6% dibanding tahun 2013.
Rasio Keuangan adalah sebagai berikut:
– Rasio laba terhadap ekuitas / Return on Equity (ROE) adalah 9.5%
– Rasio laba terhadap aset / Return on Asset (ROA) adalah 7%
– Rasio hutang terhadap ekuitas / Debt to Equity (DER) adalah 0.3
– Laba bersih dibanding pendapatan / Net profit margin (NPM) adalah 31%.
Rasio diatas menunjukkan kondisi keuangan perusahaan yang super sehat. Margin keuntungan 31% menunjukkan sektor asuransi masih cerah dan perusahaan mampu mengelola resiko asuransi. Dan seluruh pendapatan adalah hasil aktifitas asuransi dan investasi dan bukan karena penjualan saham anak usaha. ROA sangat kecil disebabkan sebagian besar asetnya berupa uang kas dan aset penyertaan saham di perusahaan lain. ROE yang kecil adalah wajar karena penggunaan modal perusahaan selain untuk kegiatan asuransi juga dipakai untuk penyertaan saham di perusahaan lain.
Harga Wajar Saham
Price to earning ratio (PER) pada harga 342 adalah sebesar 8.52 dan dengan nilai buku per saham sebesar 458.85 maka PBV  adalah 0.75. PER dan PBV ini cukup murah dimana untuk sektor defensif PER wajar adalah kurang dari 15 dan PBV dibawah 1.5. Dan Menurut hitungan Graham untuk sektor defensif maka harga wajar adalah 645.
Dengan metode Discounted Cash Flow (DCF) dengan menggunakan EPS tahun 2014 adalah 43.76,  dengan asumsi growth EPS 10% ,  discount rate 12% , terminal growth 4% untuk 10 tahun, maka harga wajar saham adalah 646 dengan Margin of Safety/MoS  47.2%.
Analisa teknikal 
Kalau kita lihat grafik dari PNLF sangat cantik bukan? Menurut saya ini adalah pola cangkir bertelinga (cup handle) dan harga sekarang sudah pada fasa breakout, waktu yang tepat untuk masuk. Jika kita sabar untuk menahannya maka harga akan naik sendiri.
Weekly Chart Panin Financial (PNLF)
Di bursa efek jakarta saham ini tergolong cukup likuid. Diantara saham-saham asuransi PNLF paling aktif untuk diperdagangkan.
Share this post

Published by

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Alert: Content is protected !!