You can enable/disable right clicking from Theme Options and customize this message too.

Mencermati saham SDRA

“Kita harus takut ketika orang lain rakus, dan menjadi rakus ketika orang lain takut.” Itulah semboyan yang didengungkan oleh banyak analis atau pelaku pasar modal yang menganut prinsip ala Buffet atau Graham. Sangat masuk akal, karena orang yang terjun ke bursa saham pasti akan terbawa emosi mereka yaitu ketakutan akan rugi dan kerakusan akan keuntungan.
Bursa efek sedang mengalami koreksi yang cukup dalam. Inflasi diperkirakan jauh diatas perkiraan analis. Ada yang bilang bisa sampai 8% untuk tahun ini. Rupiah pun kini bertengger manis diatas 10000 terhadap kurs USD. Kabarterakhir bank sentral menaikkan BI rate yang tentunya semakin menekan sektor perbankan dan sektor lain yang berbasis kredit seperti sektor properti. Ketika bursa penuh dengan berita buruk, inilah saatnya kita menyusun strategi investasi.
Melihat kinerja emiten di sektor perbankan, hanya 3 emiten yang menarik saya yaitu BBRI, BTPN dan SDRA. Ketiga emiten diatas termasuk dalam 3 besar peringkat BRS point   yaitu BTPN (12.5), SDRA (12) dan BBRI (11).  Sesuai dengan strategi saya prioritas memang kepada emiten dengan BRS point tertinggi di sektornya. BTPN masih  tetap target saya, namun setelah koreksi yang sangat dalam dan belum ada satupun sinyal untuk rebound yang saya dapat saya menunda untuk masuk. Hanya masalah timing aja sebenarnya.
Emiten berikutnya adalah SDRA yang menurut saya mempunyai timing untuk masuk yang lebih baik. Jika dievaluasi kinerjanya, SDRA bisa dibilang cukup bagus. Laba persaham tumbuh selama 5, 3 dan 1 tahun terakhir sebesar 24%, 31%, dan 32% dengan sales rata-rata diatas 30% . Inilah kekuatan dari SDRA dibanding dengan BBRI dan BTPN. ROE pada angka 24% dan Net Profit Margin pada 24% dan dengan rasio hutang DER 0.4 lebih kecil dibanding BTPN yang sebesar 0.8. Jadi pengaruh BI rate terhadap kinerja SDRA lebih kecil daripada terhadap BTPN.
Terkait rencana korporasi untuk menggandeng kerjasama dengan Woori bank (asal korea selatan)sangatlah positif. Jika disetujui BI maka Woori bank akan memiliki jumlah saham yang berimbang dengan pemegang kendali lama yaitu Arifin Panigoro/Medco group. Dengan kerjasama ini diharapkan Woori mampu menggaet nasabah korporasi mereka asal korea yang berinvestasi di Indonesia untuk menjadi nasabah bank Saudara. Sungguh pemikiran yang brilian dari manajemen karena sebagian besar kredit yang dikucurkan adalah kredit konsumtif dan bukan kredit korporasi seperti yang dilakukan Woori bank. Diharapkan sektor kredit korporasi memberikan kontribusi yang lebih besar dengan masuknya Woori ke bank Saudara.  Sebenarnya bagi saya sebagai investor retail yang terpenting adalah masuknya Woori memberi kontrol/pengawasan agar manajemen lebih terbuka terutama mengenai pengucuran kredit, seperti kita ketahui biasanya bank yang dimiliki oleh grup tertentu menjadi sapi perah pembiayaan usaha grup tersebut. Nah..dengan masuknya Woori kinerja bank Saudara diharapkan lebih moncer lagi, laba bertambah, aset pun bertambah. Tidak menjadi bank ukuran mikro lagi dan naik level ke level menengah setingkat BTPN lah. Kalaupun menyusul bank raksasa lain seperti BBRI dkk. mungkin waktunya sangat lama ya…..:)
Berapakah harga wajar SDRA?
Valuasi menurut Lynch dan Graham number terlihat SDRA sudah overvalue dengan valuasi Lynch harga 608 dan Graham pada harga 516. Dengan metode Discount Cash Flow (DCF) dengan valuasi menggunakan EPS menggantikan cash flow, faktor diskonto 12%, terminal rate 4% dan diasumsikan selama 10 tahun bank saudara mampu tumbuh sebesar 20% pertahun maka harga wajar adalah 1452 dengan MoS 49%. Masih cukup aman untuk masuk…
SDRA
Bagaimana skenario tradingnya?
Support pertama SDRA pada 710 dan resisten 840. Dengan harga sekarang pada 730  rasio Risk Reward menjadi sebesar 5.5. Inilah waktu yang tepat untuk beli dengan catatan  rebound IHSG sudah mulai rebound. Skenario terburuk adalah IHSG terpuruk lebih dalam lagi dan support SDRA di 710 tertembus. Kalau yang terakhir terjadi invest nya tunggu dulu ya…….
Share this post

Published by

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Alert: Content is protected !!