You can enable/disable right clicking from Theme Options and customize this message too.

Lippo General Insurance (LPGI) dan Kue Bisnis Asuransi di Indonesia

Dunia Asuransi di Indonesia sebagian besar dikuasai oleh asing. Prudential, Allianz, Axa, AIA dan Manulife adalah para pemain besar di pasar asuransi Indonesia. Market share mereka di pasar asuransi indonesia lebih dari 50%. Hmm…asuransi kita terjajah asing bukan isapan jempol belaka. Mereka pungut premi di Indonesia dan keuntungannya mereka bawa pulang ke negaranya. Andai saja kita bisa memaksa perusahaan asuransi asing itu untuk listing di bursa kita dengan melepas sebagian sahamnya tentu ceritanya akan lain. Kita pun akan dapat meikmati keuntungan dari premi yang dipungut di Indonesia. Well….moga pemerintah ke depan mampu merealisasikannya.

Bagaimana dengan pemain lokal? Memang dilihat dari sisi pemasaran, perusahaan asuransi asing sangat gencar dalam memasarkan produknya terutama melalui agen-agen penjualan mereka yang tersebar dimana-mana. Pernahkah anda ditawari produk asuransi oleh saudara anda? Ya. Strategi dengan merekrut banyak agen penjual dan memanfaatkan kearifan lokal bangsa indonesia dimana rasa persaudaraan yang kuat  membuat produk mereka terjual bak kacang goreng. Namun tidak sedikit diantara para pelanggan yang kecewa akibat cara-cara penjualan yang seperti ini. Namun sisi positifnya, masyarakat mulai teredukasi akan pentingnya memiliki asuransi baik itu asuransi kesehatan ataupun asuransi jiwa.

Kembali ke kue bisnis asuransi. Para pemain lokal memang kalah cepat dan kalah kreatif dalam mengembangkan produk-produk asuransi mereka, namun dengan pertumbuhan sektor asuransi yang meningkat pangsa pasar pemain lokal pun juga meningkat. Bayangkan saja penduduk Indonesia yang sebesar 250 juta jiwa, tentu ini adalah pasar yang luar biasa besar bagi dunia asuransi.

Lippo General Insurance (LPGI) adalah salah satu pemain lokal di bidang asuransi. Perusahaan ini terafiliasi dengan grup Lippo. Dilihat dari kinerja perusahaan, sektor asuransi kesehatan masih menjadi penyumbang terbesar pendapatan perusahaan. Kemudian disusul oleh asuransi kebakaran, asuransi kendaraan dan terakhir asuransi pengangkutan. Growth berhasil dijaga diatas 20% dan untuk tahun 2013 pedapatan premi perusahaan naik 46% dengan laba meningkat sekitar 80% dibanding tahun 2012. Untuk tahun ini target perusahaan adalah premi sebesar 1 triliun. Sangat optimis! Tapi bandingkan dengan Prudential yang pungutan preminya bisa sampai 19 triliun tentu kelasnya Lippo beda jauh.

Hal berdampak positif bagi perusahaan:
  • Adanya peraturan pemerintah tentang premi minimum menyebabkan berakhirnya perang harga antar perusahaan asuransi sehingga persaingan adalah persaingan dalam  hal layanan.
  • Kerjasama dengan BPJS dalam Coordination of Benefit (COB) dimana peserta BPJS yang ingin mendapatkan manfaat tambahan seperti kenaikan kelas rumah sakit, dapat menambah premi sendiri melalui BPJS yang akan dibayarkan ke perusahaan asuransi mitra. Sehingga peserta BPJS mendapatkan fasilitas minimum sesuai INA-CBGs  dan sisa kenaikan kelas dibayarkan asuransi mitra COB. Sementara BPJS hanya mengajak asuransi swasta nasional saja untuk COB.
Hal berdampak negatif bagi perusahaan:
  • Afiliasi dengan grup Lippo menyebabkan investasi yang dilakukan perusahaan dalam menyalurkan premi yang mereka dapatkan hanya di seputar perusahaan yang terafiliasi. Jika grup Lippo jatuh maka LPGI juga akan jatuh juga.
Mari kita lihat perbandingan LPGI dengan perusahaan asuransi lain di bursa:
           LPGI        PNLF       AHAP       AMAG        ABDA        rata-rata
PER      8.54        6.28           4.63         4.6                11.63         7.13
PBV     0.44         0.64            0.96         0.8                3.69           1.3
Dengan EPS sebesar 527 dan BV 7254 maka dengan asumsi growth 20% dan terminal rate 4% maka fair value dengan metode DCF adalah 15000 dan hitungan Lynch sebesar 10540 dan hitungan graham untuk sektor defensif 9750. Dari rata rata PER industri harga wajar 7.13 x 527 =3757 dan dari PBV adalah 1.3 x 7254 = 9430. Dengan harga sekarang di 4200 setidaknya masih dalam harga yang wajar. Jika asumsi optimis dipakai maka harga wajarnya adalah diatas 9000 an. Namun ciri khas dari sektor asuransi adalah sahamnya yang tidak likuid maka kapan harga akan naik ke harga wajar susah untuk ditebak. Kalau untuk long term saya kira perusahaan asuransi sangat bagus. Warren Buffet aja sangat senang membeli perusahaan asuransi. Saya berencana untuk hold saham ini minimal 5 tahun dengan alokasi sekitar 10% dari portofolio. Sebagai informasi tambahan, perusahaan  membagikan deviden setiap tahun yang besarnya 20%-30% dari laba usaha. Untuk tahun 2013 perusahaan membagikan deviden dengan yield 3.71% .
Weekly chart LPGI
Harga LPGI sekarang berada di sekitar support fibonacci 161.8 % di harga sekitar 4200 dan dilihat dari kinerja sekarang maka kemungkinan support ini adalah support yang kuat. Pembelian di daerah suppport adalah timing yang tepat untuk masuk. Namun volume perdagangan yang sangat kecil akan menyulitkan kita untuk membeli dalam jumlah yang banyak. Trader dengan 1 lot pun sudah bisa merusak harga saham (ini yang biikin saya kesal…). Strategi saya adalah  mencicil sedikit demi sedikit dalam waktu yang cukup lama. JIka diibaratkan mengoleksi saham ini harus punya kesabaran tingkat tinggi. Kadang porto jadi merah karena trader yang usil tadi merusak harga (kejadian pada 20 mei 2014, dengan hanya 1 lot / 450ribu saham LPGI bisa minus 24%……hahahaha). Namun untuk jangka panjang, sektor asuransi sangat menjanjikan.
Share this post

Published by

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Alert: Content is protected !!