You can enable/disable right clicking from Theme Options and customize this message too.

Industri Penerbangan itu Untung atau Rugi?

Melihat pertumbuhan penumpang pesawat dari tahun ke tahun yang semakin besar saya mengambil kesimpulan kalau maskapai penerbangan itu pasti untung besar. Kisah Air Asia dan Lion Air yang tumbuh secara fantastis memperkuat dugaan saya. Melihat dua perusahaan penerbangan asal Malaysia menjadi sponsor utama klub liga inggris membuat saya bertanya benarkah industri penerbangan sangat menguntungkan. Terlepas motif Malaysia Airlines dan Air Asia adalah juga untuk promosi pariwisata Malaysia.

 

Pertumbuhan industri penerbangan & Pangsa pasar

Kalau dilihat sepintas, kebutuhan akan transportasi udara pasti akan naik seiring semakin terbukanya akses baik antar negara ataupun lokal dalam negeri. Orang pasti akan menginginkan angkutan yang cepat, aman dan harga terjangkau. Terlepas dari adanya kecelakaan Air Asia QZ8501 angkutan udara adalah yang paling aman saat ini.

Volume Pasar Domestik (sumber INACA 2012)

Untuk pasar premium dengan kenaikan yang kecil dan pesaing yang bertambah tentu saja sulit bagi Garuda Indonesia untuk berkembang. Oleh karena itu strategi untuk membesarkan Citylink adalah langkah yang jitu untuk mempertahankan kinerja perusahaan di tengah agresifnya Lion Group mencaplok segala lini.Menurut data INACA 2012 lalu pertumbuhan pasar domestik selama 5 tahun adalah sebesar 11%. Dan pertumbuhan untuk 2013 ke 2014 adalah  sebesar 10%  total, untuk LCC adalah kira-kira 13% dan premium kira-kira sebesar 4%.

 

Analisa Keuangan

Untuk mendapatkan gambaran secara keuangan dari maskapai yang beroperasi, kita dapat sekilas melihat laporan keuangan dalam lima tahun. Karena laporan keuangan Lion Air susah didapat maka kita bandingkan saja head to head antara Garuda Indonesia (GIAA.JK) dengan Air Asia Berhad (AIRA.KL). Saya kira dengan dua data berikut kita sedikit menyimpulkan apa yang terjadi.

Ulasan Keuangan Garuda Indonesia (dalam USD)
Grafik Ulasan Keuangan Garuda Indonesia
Ulasan Keuangan Air Asia Berhad (dalam RM’000)
Grafik Ulasan Keuangan Air Asia Berhad

Keuntungan tahun 2014 Air Asia sangat tipis hanya 22,7 juta Ringgit. Hal ini sebagian besar karena harus menanggung rugi selisih kurs yang sebesar 595 juta Ringgit atau naik 29.8% dari tahun 2013. Ini akibat ekspansi agresif dengan menambah hutang. Biaya terbesar masih dipegang oleh biaya bahan bakar dengan kenaikan 2254 juta Ringgit atau naik hanya 0.95% dari tahun 2013. Sedangkan garuda  pada tahun 2014 mengalami kenaikan  beaya operasi sebesar 6.84% dibanding tahun 2013. Tahun 2014 Garuda Indonesia mengalami rugi bersih sebesar 460 juta USD. Masalah klasik yang dihadapi maskapai seperti Garuda adalah biaya operasional yang tinggi dan tidak diimbangi dengan pendapatan usaha yang memadai. Pendapatan tahun 2014 hanya naik sebesar 2.29% dengan beban usaha naik sebesar 8.31%.Mirip dengan Garuda Indonesia, Air Asia juga hanya mengalami kenaikan pendapatan sebesar 2.93% namun kenaikan beban usaha nya hanya sebesar 6.55% dibandingkan Garuda operasional Air Asia jauh lebih efesien  bukan?

Load factor Garuda juga rata-rata 75% sedangkan Air Asia mencapai 80%. Sungguh miris kan, Air Asia yang notabene LCC mampu untung meski tidak stabil sedangkan Garuda harus terpuruk.

Untuk beaya pemeliharaan pesawat Air Asia hanya mengalami kenaikan YoY sebesar 6.77% dari 138 miliar menjadi 158 miliar Ringgit sedangkan garuda YoY sebesar 21%. dari 287 juta menjadi 420 juta USD. Terlihat njomplang kan? Sebagai gambaran tahun 2011,2012,2013 beaya pemeliharaan Garuda adalah 248juta, 288 juta dan 287 juta alias mirip-mirip. Jika dibandingkan dengan Air Asia untuk tahun yang sama 175, 194, 221 miliar Ringgit kenaikan yang wajar sesuai dengan kenaikan jumlah pesawat.

Beaya maintenance Garuda Indonesia (CAGR 14.12%)
Beaya maintenance Air Asia (CAGR 16.19%)

Kalau melihat grafik beaya maintenance Garuda Indonesia tahun 2014 adalah tertinggi dan kebetulan juga mengalami rugi bersih. Saya hanya bisa menebak hal ini karena banyak pesawat dalam istilah saya major inspection yang bersamaan. Saya tidak tahu pasti strategi pemeliharaan Garuda, biasanya jam terbang bisa diatur agar major inspection tidak bersamaan. yup…. Kalau Air Asia  saya kira waktunya terdistribusi lebih baik.

Kalau urusan utang berutang, kedua maskapai ini jago lah. Dengan DER diatas 2 terlihat sangat agresif.  Kedua maskapai berlomba-lomba untuk menyewa/membeli pesawat baru dengan jalan berhutang.

Langkah langkah manajemen

Garuda Indonesia baru saja mengalami pergantian manajemen, Emirsyah Satar mengundurkan diri tepat saat keuangan Garuda memburuk. Tampuk pimpinan kini dipegang Arif Wibowo yang sebelumya adalah direktur utama Citilink, Tugas Arif Wibowo lah untuk membawa Garuda kembali untung di masa mendatang. Untuk ekspansi, Garuda banyak membuka rute baru dan menambah armada hingga sekitar 194 pada akhir tahun 2015. Tentu saja dengan adanya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) maka pangsa pasarnya bertambah dan persaingan pun makin ketat. Garuda harus fight baik di kelas premium atau di LCC dengan Citilink nya.

Harga wajar saham
Kalau ditanya harga wajar sahamnya sekarang, saya juga bingung! Garuda masih rugi dan dengan PBV sebesar 1 alias harga saham mencerminkan 1 kali nilai buku perusahaan, hmm…saya kira harga sahamnya tidak akan kemana-mana.

Dengan persaingan yang sangat ketat ada pola yang terlihat dari strategi maskapai penerbangan yaitu menambah jumlah armada dengan cara berhutang, jika tidak dihitung secara cermat maka dunia penerbangan yang sejatinya bisa menghasilkan untung malah akan menjadi kerugian. Sudah banyak contoh maskapai yang tidak sanggup untuk bertahan, Mandala-Tiger dan Merpati adalah diantaranya. Berita heboh Lion Air yang tidak ada Cash untuk refund tiket penumpang  dan harus pinjam Angkasa Pura menjadi sinyal warning kalau ada masalah dalam industri ini.

Mungkin itu sekilas yang dapat saya tuliskan, kenapa saya ulas sedikit tentang industri penerbangan, ya, karena saya adalah salah satu konsumen nya….

PS: Apabila ada data yang kurang valid mohon dikoreksi.
Pustaka: Laporan keuangan tahunan GIAA.JK dan AIRA.KL

Share this post

Published by

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Alert: Content is protected !!