You can enable/disable right clicking from Theme Options and customize this message too.

Hari Raya Nyepi

Segala hal tiada yang sempurna, keterbatasan kemampuan, pengetahuan dan kesadaran manusia dan mahluk lainnya membuat tidak ada yang sempurna di dunia ini. Begitulah bagaimana perayaan Hari Raya Nyepi di kampung saya dirayakan. Waktu saya kecil banyak penyimpangan dalam perayaan Nyepi. Saya masih ingat dulu waktu Nyepi bisa main-main di jalan raya yang lagi sepi, makan sepuasnya bahkan dari sehari sebelumnya sudah menyiapkan makanan untuk dimakan saat Nyepi, bahkan ada yang memanfaatkan waktu dengan “Meceki” sesuatu hal yang sangat bertentangan dengan makna hari Nyepi. Namun sebagaimana suatu sistem, apabila sudah ada penyimpangan maka haruslah ada yang meluruskannya kembali ke jalan yang benar. Disitulah saya merasakan peranan dari pemerintah, pemuka adat dan pemuka agama di Bali mencoba meluruskan hal-hal tersebut diatas. Masyarakat seperti keluarga kami mulai sadar, mulai mendapat pencerahan akan apa sebenarnya makna Hari Raya Nyepi. Dahulu karena keterbatasan media informasi, kurangnya Dharma Wacana dari pemuka agama ataupun perhatian pemerintah menyebabkan banyak yang belum meresapi dan melakukan penyimpangan dalam merayakan Hari Raya Nyepi.
Pawai Ogoh-ogoh

 

Lain dahulu lain sekarang. Masyarakat Bali semakin sadar akan makna brata penyepian dalam perayaan hari raya Nyepi. Dukungan pemerintah pun sangat baik. Akses untuk masuk/keluar Bali ditutup. Bandara, pelabuhan dan sarana transportasi tidak boleh beroperasi selama hari raya Nyepi. Suasana perayaan juga semakin tertib, pemerintah daerah dan desa adat sangat tegas menegakkan aturan untuk menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi perayaan Nyepi.

Rangkaian hari raya Nyepi terdiri dari beberapa upacara. Yang pertama adalah upacara Melasti yaitu pergi ke laut atau sumber air untuk memperoleh tirta amerta sebagai sumber kehidupan. Sehari sebelum hari raya Nyepi disebut dengan Tawur Kesanga yang bertujuan untuk membersihkan segenap alam dan isinya agar semuanya bermanfaat bagi kehidupan. Setelah upacara Tawur Kesanga inilah biasanya pawai ogoh-ogoh dilaksanakan. Dan puncaknya pada hari raya Nyepi umat Hindu melaksanakan Catur Brata Penyepian.

Brata penyepian bukan hanya terbatas pada hal-hal yang sifatnya fisik namun yang terpenting adalah memaknainya secara spiritual.
Amati geni punika boya ja nenten meapi-api kemaon utawi nenten ngidupang lampu, sakewanten amati geni punika ngematiang api sane magenah ring manah i manusa. 
Egoisme, kemarahan, iri hati, keserakahan adalah bara api dalam diri manusia yang harus dimatikan atau dikendalikan. Api-api dalam diri manusia tersebutlah yang akan mengakibatkan kehancuran dan menjerumuskan manusia ke dalam Adharma.
Amati lelungan punika boya ja sewates nenten melelungan saking paumahan soang-soang, sakewanten manah, raga, lan jiwan ipun taler nenten melelungan.
Disinilah kita dilatih untuk mengendalikan pikiran dan hawa nafsu agar tidak kemana-mana / fokus pada jalan Dharma sehingga jiwa raga menjadi bersih dari hal-hal yang negatif. Dengan pikiran dan jiwa yang bersih kita akan dapat menjalani kehidupan pada jalan yang benar.
Amati karya juga bukan hanya sebatas tidak bekerja saja, tetapi bermakna melepaskan diri dari kepentingan duniawi yang menjadi tujuan kita dalam bekerja. Sedangkan Amati Lelanguan berarti tidak melakukan kesenangan, mengendalikan emosi untuk tidak bergejolak sehingga kita dapat menghadapi segala sesuatu dengan ketenangan dan rasa sabar.

Bagi saya merayakan Nyepi di kampung halaman adalah sesuatu yang berharga sekali. Kalau di luar Bali suasananya masih ramai tidak ada bedanya dengan hari lain. Menjalankan puasa sehari penuh, membaca buku agama yang karena kemalasan saya sangat jarang dibaca, berdiskusi akan berbagai hal dengan orang tua, ataupun sedikit bermeditasi menjadi kegiatan saya selama Nyepi.

Semoga dari waktu ke waktu kita dapat melaksanakan brata penyepian dengan lebih baik sehingga apa yang menjadi makna dan tujuan perayaan hari raya Nyepi dapat terwujud.
Dumogi sareng sami mikolihang pangayubagya saking Ida Hyang Widhi Wasa.
Selamat Hari Raya Nyepi
Swasti Nawa Warsa Caka 1937
-Blitudik-
Share this post

Published by

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Alert: Content is protected !!