You can enable/disable right clicking from Theme Options and customize this message too.

Dilema Nyangkuters: Ketika Pisau Menghujam Ke Bawah

Setelah vakum menulis untuk beberapa lama, akhirnya hari ini saya mempunyai mood untuk menulis. Kata orang menulis itu bisa melepas segala penat di dalam pikiran, ide-ide yang parkir di kepala kalau tidak tersalurkan bisa mengakibatkan pusing kepala. Artikel ini saya tulis sambil lihat-lihat portofolio di webtrade. Melihat porto yang memerah dan minusnya ada yang sampai dua digit persen membuat hati seperti teriris – iris…(haha.. lebay). Ketiadaan waktu untuk melihat chart dan trading harian karena sibuk bekerja dan tidak disiplin dengan strategi trading hasilnya menjadi sangat fatal. Tapi bukan saatnya meratapi dan sesal pun menurut saya tiada guna.
Penurunan IHSG mulai terjadi sejak april 2015 dan terus menerus turun seiring dengan kondisi perekonomian global. Berawal dari krisis Yunani, dan gonjang-ganjing ekonomi China (eh …. Tiongkok) serta penurunan nilai tukar rupiah dan mata uang negara lain terhadap Dollar AS membuat IHSG masih nyungsep sampai saat artikel ini saya tulis. Ibarat pisau, pasar bearish ini adalah mata pisau yang menghujam kebawah, menusuk dan membuat yang terkena berdarah-darah.

 

Saya bukan seorang ahli ekonomi ataupun spesialis pasar modal namun melihat kondisi ini saya dapat merangkumnya ke dalam analisa singkat saya.
Technical Analysis: Elliot Wave 
Untuk urusan gambar-menggambar Elliot Wave ini saya memang tidak terlalu mahir, tapi bisa dijadikan dasar saya untuk mengira-ngira pergerakan pasar. Sedikit mereka-reka berdasarkan Elliot Wave Theory, sepertinya pisaunya memang masih menghujam ke bawah. Dalam kondisi IHSG yang strong bearish dapat kita lihat pada chart IHSG sekarang berada pada wave 4 menuju 5 (strong trend bearish) atau wave B ke C (reversal dari wave trend bullish sebelumnya).
Elliot Wave untuk IHSG
IHSG saat saya menulis berada di 4209, Support IHSG adalah 4157 dengan resistent 4284. Ada dua perkiraan skenario yaitu IHSG tidak tembus support 4157 dan berbalik arah melewati resistent 4284 (menjadi akhir dari wave C) atau penembusan support 4157 dan IHSG berpeluang turun untuk melanjutkan wave ke-5 menuju support berikutnya yaitu 3837.
Strategi Nyangkuters: Evaluasi dan Switching Portofolio 
Hampir semua investor pasti mengalami kerugian atau penurunan aset saat pasar bearish. Kondisi bearish seperti ini ada sisi positif dan negatifnya. Negatifnya ya tentu saja portofolio kita akan menjadi merah/rugi. Bagi orang yang trading jangka pendek/menengah dan disiplin dengan strategi trading nya tentu saja sudah dari awal-awal sudah melakukan cut-loss untuk menyelamatkan modal. Namun bagi yang masih memegang sahamnya atau saya menyebutnya “kaum nyangkuters” akan mengalami dilema yang sangat mendalam. Cut loss berarti realisasi rugi yang sangat banyak, atau jika hold, tidak ada jaminan harga akan berbalik arah.
Sisi positif dari kondisi ini adalah akan ada banyak saham-saham yang berfundamental bagus yang berada pada harga diskon yang besar. Bagi kaum “Nyangkuters” seperti saya sangatlah bijak untuk mengevaluasi isi portofolio kita. Pilahlah saham yang fundamentalnya masih sangat bagus, kurang bagus dan jelek. Peganglah saham yang fundamentalnya sangat bagus dan lepas saham yang kurang bagus dan jelek. Saham yang fundamentalnya sangat bagus akan naik sendiri jika pasar kembali bullish. Memang butuh waktu untuk itu namun daripada merealisasikan kerugian sekarang, lebih baik jika dihold untuk jangka waktu yang lama. Toh perusahaanya akan baik-baik saja beroperasi seperti biasa, masih untung meskipun IHSG hancur atau ekonomi sedang krisis.
Jika dalam portofolio masih terdapat yang fundamentalnya kurang bagus atau jelek maka segera keluarkan! Perusahaan seperti ini jika IHSG hancur atau ekonomi memasuki fasa krisis akan susah untuk beroperasi normal, mengalami kerugian karena bahan baku impor yang mahal atau hutang luar negeri yang menggunung atau bahkan terancam gulung tikar, dan biasanya harga sahamnya juga susah untuk naik.
Setelah saham-saham kurang bagus dan jelek tersebut dilepas, sisa cash yang dipegang bisa disiapkan untuk membeli saham-saham bluechip atau berfundamental sangat bagus yang dalam harga diskon besar. Kenapa membeli saham bluechip? karena saat IHSG mulai bullish maka saham inilah yang bergerak naik pertama kali.
Saat market masih bullish, sangat susah sekali melihat saham seperti PGAS, BMRI, BBNI atau ASII memiliki PER dibawah 15 dan PBV dibawah 2. Namun sekarang semua saham tadi berada dalam harga diskon. Kalau mengikuti cara saya memilah saham dengan BRS POINT, maka saham yang saya anggap bagus adalah point 10 keatas. Jika anda lihat di website saya pada bagian portofolio maka ada perubahan jika dibandingkan beberapa bulan lalu. PANR dan PNLF menjadi saham yang saya depak dari portofolio dan saya ganti dengan BBNI. Alasannya ya itu tadi, mencari saham yang BRS poin diatas 10, kategori bluechip dengan harga super diskon.
Strategi Average Down : Bijak dengan Cash
Okelah saat pasar bearish kita tahu kita bisa mendapat saham yang sangat bagus dengan harga diskon, tapi ada kemungkinan yang sangat besar untuk mendapat diskon yang lebih banyak lagi. Kita tidak bisa tahu berapa sebenarnya bottom dari IHSG ini. Banyak sekali berita negatif yang masih bersliweran, tentang ekonomi yang lesu lah, rupiah yang terjerembab lah, atau berita tentang suku bunga amerika yang urung dinaikkan the FED. Semua berita tersebut membuat IHSG rentan untuk turun lagi. Oleh karena itu amunisi kita yaitu CASH sebaiknya digunakan secara bijak untuk average down atau membeli saham baru yang fundamentalnya bagus. Dalam pasar bearish, Cash adalah raja. Perhatikan support dan resistent dari masing saham incaran kita, baca chart dengan baik dan perhatikan jika terdapat reversal pattern. Saya pun mulai mencicil saham-saham incaran saya sedikit demi sedikit, sambil waspada jika wave ke-5 terjadi dan IHSG menuju support 3837.
Berinvestasi/trading saham sangat berisiko, kerugian pun sangat dekat di pelupuk mata kita, namun untuk jangka panjang masih sangat menguntungkan. Tetapkan strategi investasi anda apakah untuk jangka panjang atau menengah. Untuk jangka menengah/panjang pilihlah saham yang fundamentalnya bagus dan harga yang masih murah/super diskon.  Untuk jangka pendek sih, saat sekarang ini kita bisa trading dengan kewaspadaan yang tinggi. Ingatlah mata pisaunya masih menghujam kebawah jadi hati-hati dan sedikit menghidar agar tidak semakin berdarah-darah (baca: porto tambah merah).
Salam Cuan ya…..!     (jangka panjang  tapi ..heheheheheheh….)
Share this post

Published by

One thought on Dilema Nyangkuters: Ketika Pisau Menghujam Ke Bawah

  1. Lucu baca article ini, byk mengingat kehancuran 2015. Sy babak belur. Namun semua berlalu seiring berjalannya waktu, toh sapa yg pd thn lalu bs membayangkan ihsg yg 4200 kini sdh berada di 5300. Bgs buat nostalgia.

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Alert: Content is protected !!