Bli Tudik : Kerasnya Angin Pantai Losari

07 April 2019

Kerasnya Angin Pantai Losari

Ah...kenapa pikiran saya jadi tidak enak ya. Tiba-tiba ada sms masuk dari nomor asing dan isinya adalah jadwal pesawat Sriwijaya air tujuan Makassar jadwalnya dimundurkan 2 jam. Dalam hati saya dongkol juga, dibatalkan waktunya sudah mepet karena sudah larut malam dan searching tiket sudah ga ada yang masuk akal harganya, ya sudah lah...jadinya mepet banget waktu landing di bandara Hassanudin  dengan jadwal undangan nikah teman saya. Rencananya setibanya di bandara langsung checkin ke hotel Ibis di pantai Losari terlebih dahulu baru kondangan. 

Masjid Apung Kota Makassar

Akhirnya jam setengah lima sore saya mendarat di bandara Sultan Hassanudin Makassar. Setelah tengok sana-sini karena ini pertama kali saya ke bandara Hassanudin akhirnya ketemu juga tempat menunggu taksi. Perjalanan menuju hotel lumayan lancar, meski si Bapak sopir taxi bilang lalu lintasnya lumayan macet, tetapi kalau menurut saya sih ini bukan macet namanya sedikit tersendat lah dan masih sangat lancar dibandingkan di Jakarta.

Acara pernikahan adat Toraja

Acara pernikahan adat Toraja

Jam lima sore akhirnya saya tiba di hotel Ibis. Setelah check in saya langsung menuju kamar dan bersiap-siap untuk berangkat kondangan. Karena saya masih buta tentang kota makassar maka saya pilih ojek motor untuk berangkat ke acara nikahan teman di hotel Maxone.


Masjid Amirul Mukminim
Sebelum berangkat saya survei dulu tempat-tempat yang motret slowspeed. Salah satunya ya bangunan masjid apung ini. Ada beberapa foto masjid ini di flickr yang saya jadikan referensi.

Masjid Amirul Mukminim Makassar
Rencana awal motret bluehour di pantai losari sabtu sore ternyata tidak kesampaian. Karena begitu sampai hotel saya harus langsung pergi kondangan. Dan keesokan harinya minggu jam 4 pagi saya sudah bersiap untuk jalan ke pantai Losari dan gagal lagi karena hujan. Setelah menunggu reda sekitar jam setengah enam sayapun mulai motret. Entah kenapa saya baru tersadar kamera saya berembun baik lensa dan bodinya dan harus saya bersihkan dulu. Perasaan angin pantainya tidak lembab-lembab mamat ya, apa mungkin karena habis turun hujan sehingga anginnya sedikit lembab dan ada uap air.  Alhasil saya hanya dapat beberapa frame foto saja karena langitnya keburu terang. Tapi lumayan lah, mengobati rasa penasaran saya untuk motret masjid ini saat blue hour.


Pantai Losari
Pantai Losari Makassar
Ada satu yang paling berkesan selama berjalan disepanjang pantai ini. Ya...Anginnya kenceng banget. Batin saya berkata kalau kelamaan nongkrong disini bisa masuk angin nih...hehehe. Saat itu hari minggu dan waktunya Car Free Day, jadi pantai Losari benar-benar ramai dengan orang. Ada yang senam pagi, latihan marching band, dan yang paling banyak adalah nongkrong dan piknik keluarga. Pengelolaan area pantai ini sudah cukup baik, kesan saya adalah pantainya sudah gak menemukan pasir lagi, yang ada bibir pantai sudah jadi lantai beton...heheh.  Karena angin paginya keras sayapun bergegas berjalan menuju Fort Rotterdam dan selanjutnya membeli oleh-oleh di toko oleh-oleh khas Makassar yang banyak berjejer di sepanjang pantai Losari.



Fort Rotterdam

Menurut sejarah nama aslinya adalah benteng Ujung Pandang. Benteng ini dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa. Berdasarkan perjanjian Bungayya benteng inipun diserahkan kepada Belanda. Saat Cornelis Speelman berkuasa namanya pun diubah menjadi Fort Rotterdam.

Di dalam Fort Rotterdam

Memasuki kompleks ini, saya berasa seperti di dalam markas tentara Belanda. Gedung-gedung yang kokoh gaya Holland, di tengah kompleks ada lapangan upacara dan semua ruangannya menghadap ke lapangan. Ruangan tersebut sekarang sebagian difungsikan menjadi museum La Galigo tempat kita menengok berbagai peninggalan kerajaan-kerajaan yang pernah berkuasa di Sulawesi Selatan, seperti Kerajaan Luwu, Bone dan Gowa.

Taman depan Fort Rotterdam

Ada yang menarik hati saya begitu saya masuk Fort Rottterdam adalah taman yang indah di bagian depan di sebelah pintu masuk. Kalau dilihat dari atas desainnya terlihat cantik


Narsis dulu deh...
Well...tidak banyak sih tempat yang saya kunjungi di kota makassar karena waktu, namun kalau ada kesempatan saya ingin explore lagi beberapa wilayah di Sulawesi Selatan.

No comments:

Post a Comment