Bli Tudik : Basic Retouching Dengan Corel PaintShop Pro X9

14 May 2018

Basic Retouching Dengan Corel PaintShop Pro X9

Pengolahan pasca pemotretan  adalah proses yang cukup penting untuk sebuah foto. Konsep awal dari sebuah foto dalam angan-angan si tukang foto kemudian dituangkan dalam eksekusi  pemotretan. Pada saat eksekusi dituntut keterampilan sang fotografer dalam komposisi, pencahayaan, pemilihan peralatan dan kemampuan mengarahkan model ataupun setup properti. Sering kali lingkungan pemotretan tidak se-ideal yang dibayangkan sang fotografer. Sehingga  untuk memfinalisasikan konsep foto yang diinginkan diperlukan keterampilan dalam olah digital. 

Kalau ada yang bertanya software apa yang bisa dipakai dalam olah digital maka saya akan jawab "banyak". Yang paling umum dipakai fotografer adalah adobe photoshop dan lightroom. Namun karena berbayar dan cukup mahal, bagi tukang foto yang modalnya cekak dan tidak mau menggunakan software bajakan maka pilihan yang lebih murah seperti Corel Paintshop Pro dapat kita jadikan pilihan. Saya tidak akan membahas secara detail tentang teknik ataupun membuat sebuah tutorial sebab sumber untuk tutorial bagi pengguna Corel Paintshop Pro sudah ada disini.

Foto 1. Hasil Akhir Foto


Katakanlah foto 1 diatas adalah konsep yang saya bayangkan saat awal motret. Foto gadis desa dengan latar hijau rerumputan dan ada sedikit kesan sinematik dengan tonal sedikit tersaturasi. Wow... namanya tekniknya keren ya..padahal ngasal.... hehe....

Foto awal yang berkualitas

Mendapatkan foto awal yang berkualitas sangat penting. Jika bisa pengolahan digital di akhir dibuat menjadi sangat minim. Jika terlalu banyak maka kesan foto menjadi tidak natural. Penggunaan kamera dan lensa yang tepat, naluri untuk menempatkan model pada area dengan pencahayaan sesuai serta angle pengambilan gambar menjadi hal yang sangat penting dalam menghasilkan kualitas foto yang baik. Oh ... ya jika foto akan diolah lebih lanjut dengan software selalu gunakan file RAW.

Foto 2. File dari kamera

Foto 2 adalah foto yang saya dapatkan saat hunting bersama komunitas fotografer di Serpong. Tema hunting saat itu adalah human interest  dengan konsep alam pedesaan. Foto inilah yang akan saya retouch sehingga hasilnya menjadi lebih baik.

Blemish Removal

Penggunaan teknik untuk menghilangkan noda (blemish) pada wajah model  adalah hal yang paling umum dilakukan. Terkadang wajah orang nggak selalu mulus, putih dan bersih seperti model profesional. Ketika momen penting, orang ingin terlihat sempurna dalam foto. Saat momen tersebut misalkan wajah model sedang berjerawat atau ada bekas luka ataupun memang ada tanda lahir/tahi lalat diwajah yang menggangu dan tidak diinginkan terlihat dalam foto dapat dihilangkan dengan mudah dalam software.

Di Paintshop Pro sendiri sudah dilengkapi dengan fitur standar ini. Tool makeover adalah tool berdiameter tertentu untuk menghilangkan blemish di wajah. Penggunaannya sangat mudah tinggal klik kiri pada titik-titik blemish yang akan dihilangkan. Foto 3 adalah titik yang ingin saya hilangkan dari wajah model. 

Foto 3. Membersihkan noda wajah pada model dengan tool makeover

Setelah makeover hasilnya seperti pada foto 4 di bawah ini. Sudah mulus kan wajah adik ini? Tentu saja blemish removal ini dilakukan secukupnya saja agar fotonya masih terkesan natural. Sebenarnya ada satu lagi teknik untuk menghaluskan wajah yaitu smoothing. Namun untuk wajah model ini tidak perlu dilakukan karena aslinya sudah cakep/sudah tertutup dengan makeup.


Foto 4. Setelah Blemish Removal
Mengubah warna mata menjadi biru

Setelah wajah model terlihat lebih halus setelah blemish removal sebenarnya sudah cukup. Namun saya ingin mendapatkan sedikit kesan tajam pada matanya. Untuk itu saya memberi efek warna biru pada mata seperti menggunakan lensa kontak. Ya efek ini sih bonus saja dan tergantung selera. Caranya mudah, yaitu buat roaster layer dan gambar dengan brush pada area mata dengan warna biru. Mencoba ganti warna dengan lain juga boleh...saya sudah mencoba warna coklat dan kuning dan yang biru ternyata paling ok menurut saya. Lalu setelah kelihatan seperti foto 5, ubah mode blending  dari normal ke hue.


Foto 5. Roaster layer untuk membuat mata menjadi biru 

Hasilnya terlihat seperti foto 6, mata model menjadi sedikit berwarna biru. Tetapi teknik ini kembali pada selera dan tergantung konsep awal kita motret.

Foto 6. Foto dengan sedikit efek mata warna biru
Final Touch dengan Efek Vintage film

Terakhir, setelah wajahnya menjadi lebih cantik,  saya ingin memberi kesan sedikit sinematik/vintage film pada keseluruhan foto. Dimana warna background yang hijau, skin tone model lebih popup atau menonjol. Teknik yang saya pakai adalah RGB curve adjustment.

Foto 7. Curve adjustment layer
Caranya adalah, buat adjustment layer dan pilih curve. Lalu buat titik poin pada garis miring yang bersinggungan dengan gridlines. Geser masing-masing titik tersebut sambil memeriksa efek yang diinginkan. Langkah ini termasuk trial and error berdasarkan kebiasaan dan pengalaman.  Dan Bravo...hasil akhir terlihat seperti pada foto 8. 

Foto 8.  Efek dengan RGB Curve adjustment
Pengolahan digital untuk foto sangat banyak tekniknya. Kreatifitas ataupun konsep foto yang ingin dibuat oleh fotografer menentukan teknik yang mana yang akan dipakai. Software untuk edit digital pun sangat banyak. Untuk kebutuhan dasar seorang fotografer, saya kira Corel Paintshop Pro sudah cukup memadai dan harganyapun cukup murah dibandingkan Adobe. 


No comments:

Post a Comment