Bli Tudik : Drama Tari Kacong Sunat

22 May 2017

Drama Tari Kacong Sunat

Menonton seni budaya daerah itu bagi saya adalah hiburan yang bikin ketagihan. Mungkin karena sejak kecil saya sudah dididik untuk mencintai budaya tradisional dan hal itu terbawa dalam hidup saya sampai sekarang. Maka tidak mengherankan ya.. jika kemanapun saya merantau maka disitu saya akan mempelajari dan menyukai budaya tradisional lokalnya, karena identitas, pola pikir dan cara hidup orang pada suatu daerah dicerminkan dari budaya tradisi yang berkembang disana. 

Drama Tari Kacong Sunat

Begitupun ketika menekuni hobi fotografi, selain memotret landscape/pemandangan saya sangat senang sekali memotret aktifitas orang (human interest) yang berhubungan dengan budaya lokal/tradisional. Nah...karena saya tinggal di daerah Jabotabek maka akses untuk menyalurkan hobi saya sebagian besar bertempat di Taman Mini Indonesia Indah. Bagi saya TMII diibaratkan sebuah supermarket karena semua budaya tradisi Indonesia ada disini, saya tinggal lihat jadwalnya dan datang saat ada event yang saya sukai.

Pecut warna warni identik dengan Madura sedangkan kostumnya Jawa 
Dari judul drama tarinya sudah bisa ditebak jika cerita nya berasal dari salah satu daerah di jawa timur yaitu Madura. Kacong itu dalam bahasa Madura artinya anak laki laki (anak perempuan panggilannya "jebbing"). Panggilan "cong" biasanya digunakan oleh orang tua untuk memanggil anak laki-lakinya. Kalau dalam bahasa jawa itu artinya sama dengan panggilan "le" atau "tole". Namun jangan sekali-kali memanggil orang Madura yang sebaya atau lebih tua dengan sebutan tersebut, karena tidak sopan.

Baju Pesa'an dan celana gomboran dan peci hitam khas Madura
Namun kali ini drama ini dipentaskan oleh duta seni dari kabupaten Probolinggo. Loh bukan dari Madura ya....hmm ya... Seperti kita ketahui bahwa daerah tapal kuda di jawa timur terutama daerah pesisir utara seperti Probolinggo dan Situbondo sangat kental dengan budaya dan tradisi Madura karena mereka adalah keturunan etnis Madura yang telah turun-temurun menetap disana. Maka tidak mengherankan jika adat istiadat suku Madura juga digunakan disana. Bahasa Madura juga digunakan sebagai Bahasa sehari-hari oleh penduduk disana disamping Bahasa Jawa.

Adegan drama tari Kacong Sunat
Karena corak budaya disana adalah gabungan antara Jawa dan Madura (kebudayaan Pendalungan), maka sayapun tidak heran jika kesenian yang mereka tampilkan kali ini adalah seni khas Madura meskipun dengan bahasa pengantar campuran Bahasa Jawa dan Madura.

Adegan drama tari Kacong Sunat
Properti dan kostum yang digunkan para pemain pria menurut saya sangat identik dengan suku Madura yaitu cambuk/pecut warna-warni dan kaos garis-garis/lorek merah putih. Sebenarnya kaos, baju pesa'an 'dan celana gomboran warna hitam ini juga dipakai di berbagai daerah lain namun warna kaos lorek yang tegas merah putih sudah terlanjur identik dengan pakaian adat Madura.

Adegan drama tari Kacong Sunat
Drama tari ini bercerita tentang anak laki-laki yang dipanggil "kacong" yang akan disunat. Seperti anak kebanyakan, maka pada awalnya kacong pun memiliki rasa takut sebelum sunat. Nah karena tahu anaknya takut disunat, untuk membujuknya maka orang tuanya menjanjikan "kacong" akan dipentaskan tarian Jaran Kencak di rumah mereka.

Adegan drama tari Kacong Sunat
Jenis cerita dari drama tari ini adalah komedi. Seperti kita ketahui jawa timur terkenal dengan sebuah seni komedi/lawak yang disebut seni Ludruk. Nah...Kalau menurut saya drama tari ini adalah kesenian kombinasi antara Ludruk dan tari, banyolan segar khas jawa timuran digabung dengan seni tari dan menjadikan drama tari ini sangat menarik untuk ditonton.

Adegan drama tari Kacong Sunat
Alur ceritanya sangat mudah dipahami karena adegan yang dimainkan merupakan kejadian sehari-hari yang dialami oleh masyarakat. Anak laki-laki yang sunat dan dipestakan itu adalah kejadian yang umum dalam masyarakat. Kalau ada sunatan pasti ada makan-makan, ceramah/pidato, dan acara hiburannya yaitu tarian dan nyanyian. Nah...kejadian seperti itulah yang disajikan dalam drama tari ini.

Adegan drama tari Kacong Sunat
Sebagian besar tarian tradisi di suatu daerah diciptakan berdasarkan inspirasi dari aktivitas sehari-hari masyarakat disana. Dalam drama tari ini sangat kental sekali digambarkan bahwa sebagian besar masyarakat Probolinggo hidup dari sektor agraris.

Adegan drama tari Kacong Sunat

Adegan drama tari Kacong Sunat
Kebudayaan Pendalungan yang muncul karena percampuran budaya jawa dan Madura adalah salah satu keunggulan utama dari daerah tapal kuda seperti Probolinggo. Memang ada yang mengatakan batasan budaya Pendalungan itu tidak jelas, namun dari percampuran budaya induknya yaitu jawa dan Madura sudah menghasilkan produk kebudayaan yang baru dan ini adalah kekuatan atau nilai tambah daerah tapal kuda seperti Probolinggo.

Adegan drama tari Kacong Sunat
Memang kebudayaan Pendalungan tidak seterkenal ikon budaya lain di Jawa timur seperti Tengger, Osing ataupun Madura. Sayapun awalnya tidak terlalu mengenali akan adanya atraksi seni Pendalungan meskipun saat kuliah 20 tahun lalu sering melewati daerah tapal kuda. Namun adanya pementasan ini menjadi bukti bahwa pemerintah setempat mempunyai kepedulian untuk mempromosikan dan melestarikan kebudayaan Pendhalungan ini.

Adegan drama tari Kacong Sunat
Salah satu pertunjukan unik dari setiap acara sunatan adalah dipentaskannya tarian Jaran Bodhag dan Jaran Kencak. Jaran Bodhag itu kuda yang dihiasi (dikasih "wadah") kemudian diarak saat hajatan. Kalau Jaran Kencak itu adalah tarian kuda yang menari berjingkrak-jingkrak. Sekarang tarian ini jarang menggunakan kuda asli namun memakai kuda tiruan, jadi yang berjingkrak-jingkrak itu penarinya dan bukan kudanya lagi...hehe

Tari Jaran Kencak

Tari Jaran Kencak

Tari Kipas

Tari Kipas

Sinden dan penabuh gamelan
Secara keseluruhan drama tari ini menurut saya merupakan rangkuman dari kehidupan masyarakat daerah tapal kuda seperti Probolinggo dengan budaya Pendalungannya. Terima kasih kepada adik-adik duta seni Probolinggo yang sudah mementaskannya dengan sangat baik.

No comments:

Post a Comment