Bli Tudik : March 2017

19 March 2017

Uncle Sam Part 3: New York City

Setibanya saya di kota New York, perbedaan pun langsung terasa. Jalanan yang sangat padat dan banyak titik kemacetan, serta mobil-mobil dan taksi yang berhenti sembarangan dan banyak kendaraan yang parkir onstreet yang membuat jalanan bertambah macet. Menurut saya inilah ciri khas dari sebuah kota metropolitan...Meskipun macet tapi kotanya sangat teratur. Layout jalan dan bangunan dibagi per blok dengan nama jalan yang menggunakan angka sangat memudahkan kalau hendak mencari alamat. Pejalan kaki sangat dimanjakan disini. Trotoar yang luas, tertata baik dengan marka jalan yang jelas, lampu lalu lintas untuk penyeberang jalan dan meskipun lalu lintas agak crowded namun pengemudi mobil sangat menghormati para pejalan kaki.

Central Park New York

"Paintshop Pro X9" Software Murah Untuk Fotografer

Memiliki Software yang license bagi seorang fotografer itu menurut saya cukup penting. Terkadang bagi sebagian orang cuek-cuek saja untuk menggunakan software versi bajakan, namun ketika hasil foto mereka dibajak orang lain, para pengguna software bajakan ini juga bisa komplain, memaki-maki bahkan menuntut orang yang menggunakan foto hasil karya mereka tanpa izin. Nah lhoo.....

Corel Paintshop Pro X9

07 March 2017

Uncle Sam Part 2 : GE Power Factory,Schenectady

Untuk menuju Schenectady, dari Los Angeles kami menempuh perjalanan udara dengan United Airlines. Dari LAX transit di Newark kemudian lanjut ke Albany dan dengan mobil ke Schenectady. Hal yang menarik di LAX adalah untuk penerbangan domestik kita cek in secara mandiri, scan passport, dan cetak boarding pass dan menempelkan tanda bagasi sendiri. Setelah itu baru bagasi diberikan ke petugas. Pemeriksaan keamanan cukup ketat disini, sampai-sampai tas sayapun dibuka untuk diperiksa isinya satu persatu.

Union College, Schenectady

06 March 2017

Uncle Sam Part 1 : Los Angeles

Mungkin karena lobi dari GE ke US embassy, setelah pengajuan visa kami ditolak sebulan sebelumnya, akhirnya reapply visa diterima dan jadwal keberangkat kami ke US pun ditetapkan seminggu setelah interview. Penerbangan kami menuju Los Angeles (LA) menggunakan maskapai All Nippon Airways (ANA) via Narita (Tokyo). Jakarta-Narita ditempuh selama 7 jam perjalanan dan untungnya kursi sebelah saya kosong, lumayan lah buat miringin kaki dan badan. Temperatur udara di Tokyo saat itu sekitar 10 derajat Celcius dan begitu turun dari pesawat hawa dingin pun langsung menusuk badan. Alhasil kamipun segera bergegas menuju ke dalam terminal dan menunggu pesawat yang akan membawa kami ke LA satu jam kemudian. Kali ini pesawatnya benar benar penuh, dan perjalanan selama 9 jam dari Tokyo ke LA benar-benar membuat pantat saya panas dan pegal.

Los Angeles International Airport (LAX)