Bli Tudik : Permainan Anak Tradisional Indonesia

16 October 2016

Permainan Anak Tradisional Indonesia

Masa kanak-kanak adalah masa yang sangat menyenangkan. Kegiatan favorit saya hanya satu yaitu bermain. Bermain di tanah lapang dekat rumah bersama teman-teman adalah pengisi waktu setelah pulang sekolah. Namun di tengah derasnya pembangunan terutama bagi anak-anak yang tinggal di kota besar sangatlah sulit untuk sekedar menemukan tanah kosong untuk bermain bersama teman-temannya. Padahal masa anak-anak adalah masa kita untuk belajar bersosialisasi, bekerjasama, mengenal alam dan bebas berekspresi. Gadget adalah pelarian anak-anak jaman sekarang ini ditengah berkurangnya lahan bermain. Game di dalam gadget adalah teman mereka sepanjang waktu sekarang. Mana ada anak yang tidak bisa bermain gadget, kakek, nenek, bahkan ayah dan ibunya pun bisa kalah dalam hal mengoperasikan gadget. Terlepas dari itu saya ingin untuk mengajak anda mengenang kembali masa anak-anak kita dahulu yang sangat lekat dengan permainan yang sederhana dan menyatu dengan alam.

Bermain layangan


Layangan
Anak laki-laki mana yang tidak suka bermain layangan. Kalau sudah musim layangan maka tanah lapang, pematang sawah, bahkan di pinggir jalanpun banyak anak-anak yang bermain layangan. Apalagi kalau adu layangan yang tali benangnya sudah diberi gelas (serpihan kaca yang dilem pada tali), wah...seru deh, meski di tangan berbahaya namun kalau layangan lawan sudah jatuh rasanya senang luar biasa, dan yang putus bisa kita kejar beramai-ramai. Paling kesal itu kalau nyangkutnya diatas pohon, yang bisa memanjat saja yang akan mendapatkan layangan itu. Kalau nyangkut di tiang listrik maka anak-anak akan kabur sekencang-kencangnya. 
Bermain layangan
 
 
 Lompat Tali Karet
Permainan ini banyak disukai oleh anak-anak perempuan. Dua orang memegang dan memutar talinya dan satu anak akan melompat. Biasanya yang paling banyak lompatannya tanpa kakinya tersangkut maka dia akan menang.

Lompat tali    


Enggrang
Kalau di Bali saya mengenalnya sebagai "Tajog". Sebenarnya jarang saya melihat anak perempuan bisa bermain enggrang ini, kebanyakan dimainkan oleh anak laki-laki. Permainan ini menuntut keseimbangan badan, keselarasan antara tangan dan kaki saat melangkah. Dalam permainan ini anak dilatih untuk berkonsentrasi untuk menggerakkan kaki, tangan dengan serasi dan sekaligus menjaga supaya badan tetap seimbang. Ayo...yang paling jauh yang menang ya!

Enggrang
Gasing
Saya mengenalnya sebagai "Gangsing". Bentuknya bermacam-macam ada yang seperti kerucut yang pada dasar kerucutnya terdapat tempat untuk tali, ada yang berbentuk tabung seperti foto dibawah. Intinya tali dililitkan melingkar untuk memutar gasing. Kalau sekarang gasingnya ada yang mengeluarkan suara juga. Saya dahulu sering mengadu gasing, ditabrakkan atau sekedar lomba gasing siapa yang paling lama berputar. 

Gasing

Adu Ayam
Kalau adu ayam, bukan hanya ana-anak saja yang suka, orang dewasapun sangat banyak yang hobi. Tentu saja tanpa unsur judi ya... Merawat ayam, mengelus bulunya dan member makan adalah kegemaran anak-anak di kampung saya, kecuali saya sepertinya. Kalau sudah ketemu teman yang suka ayam juga maka klop lah, sambil ngobrol, sambil mengelus dan memberi makan ayam sampai lupa waktu..

Adu ayam jago

Babalonan Sarung
Kalau di daerah saya permainan ini tidak banyak dikenal. Kain sarung batik salah satu ujungnya diikat di pinggang dan ujung yang lain dipegang dengan kedua tangan, kemudian si anak berlari sehingga sarungnya mengembang tertiup angin. Senangnya adalah permainan ini dilakukan sambil lenggak-lenggok menari.
 
Babalonan Sarung

Engklek
Permainan ini saya kenal dengan "Dengkleng" karena melompat dengan satu kaki itu namanya "nengkleng". Permainan ini banyak versinya dan aturan-aturannya. Ini salah satu favorit saya dahulu. Meski kebanyakan yang memainkannya adalah anak perempuan namun anak laki-laki pun banyak juga yang suka, termasuk saya dulu. Dalam memainkannya diperlukan "gacuk" bisa dari pecahan genteng atau benda apapun yang disepakati. Kalau memainkannya di tanah maka terlebih dahulu harus membuat garisnya.
Engklek
Kasti
Permainan ini mirip-mirip baseball lah...haha. Kalau anak Amerika memainkan baseball maka anak Indonesia punya permainan kasti. Yang membuat trauma saya dulu adalah ketika mau balik ke rumah/home tiba-tiba terkena lemparan bola. Kalau sudah kena lemparan bola berarti mati dan kita harus jaga. Seringnya jadi bertengkar karena melemparnya terlalu keras dan badan terasa sakit...  

Kasti
Permainan-permainan tradisional diatas sebenarnya sangat bermanfaat bagi perkembangan anak, anak bisa belajar taat aturan, melatih keterampilan, memperoleh badan sehat karena banya bergerak dan bisa menyatu dengan alam. Terlepas serbuan gadget yang lebih sering menemani anak-anak jaman sekarang hendaknya kita ingat akan permainan tradisional yang sudah ada sejak dahulu yang lebih menyehatkan badan dan menambah kecintaan kepada tanah air Indonesia.

Kami cinta Indonesia
Pesan Kakek "tetap cinta Indonesia ya Cu....!"
Hehe...padahal kakeknya tidak bisa baca peta...

No comments:

Post a Comment