Bli Tudik : Slow Speed for Landscape Photography

03 June 2015

Slow Speed for Landscape Photography

Slow Speed photography itu didefinisikan memotret dengan kecepatan rana yang rendah. Kenapa shutter speed nya rendah? Karena dalam kondisi cahaya kurang untuk mendapatkan pencahayaan yang cukup dengan bukaan diafragma kecil kamera akan menghasilkan speed yang rendah. Dalam kondisi kamera dipegang tangan maka hasil jepretan akan blur, tidak fokus, mengecewakan lah....
Eit...tunggu dulu, dengan teknik tertentu memotret dengan slow speed akan menghasilkan foto-foto yang indah.

Foto 1. PLTGU Muara Karang, tamron 17-50mm @17mm, f18, 32s, ISO 100

Slow Speed photography adalah teknik yang sering saya pakai untuk pemotretan landscape (pemandangan) saat sunrise, sunset dan fotografi malam hari. Objek fotonya yang pasti adalah benda yang tidak bergerak. Karena kalau motret model atau human interest dengan teknik ini pasti akan menyiksa sekali. Bayangin aja modelnya harus mematung selama 5-20 detik, tidak boleh bernafas atau bergerak sedikitpun, apa ada yang mau ya.

Ciri khas dari teknik ini adalah benda yang bergerak akan terlihat seperti slow motion atau hanya berupa jalur cahaya saja. Pada foto no 1 diatas pesawat terbang di langit hanya terlihat sebagai jalur cahaya saja alias lampu yang bergerak. Air laut akan terlihat sangat tenang, lembut seperti kapas, datar tanpa ombak dengan bayangan cahaya lampu yang terlihat diam. Lampu - lampu akan terlihat ada berkas cahaya yang seperti cahaya bintang yang terang. Hal inilah yang membuat saya jatuh cinta dengan fotografi pemandangan khususnya cityscape.

Foto 2. PLTGU II Muara Karang, canon 18-55mm @30mm, f12, 12s, ISO 100
Untuk menghasilkan foto-foto dalam artikel ini sebenarnya tidak cukup sulit. Yang penting punya sedikit dasar fotografi dengan menggunakan kamera DSLR atau kamera poket dan mirrorless yang bisa mode Manual atau Aperture priority.

Pencahayaan
Pengukuran pencahayaan pada kamera digital sekarang sangat mudah. Pengaturan tergantung pada kamera. Saat tombol shutter dipencet setengah (Auto focus bekerja) maka kamera melakukan pengukuran cahaya. Evaluative, partial, spot dan center weight adalah mode metering pada kamera DSLR. Saya pun belum terlalu memahami fungsi masing-masing mode tersebut. Biasanya saya pilih evaluative saja. Saat pengukuran cahaya kamera akan memberikan tanda pada grafik exposure, apakah sudah pas ditengah (Ev=0) atau under (di sebelah kiri ) atau over (kanan).

Pemilihan Mode Kamera
Mode kamera yang umum digunakan yaitu Aperture Priority (Av) atau Manual (M). Saya lebih suka menggunakan  mode Av karena kamera sudah menghitung sendiri shutter speed yang di perlukan. Banyak juga yang suka menggunakan mode M namun karena harus atur speed saat metering/focus (tombol shutter setengah pencet) malas juga.

Penggunaan Alat Bantu
Karena memotret dengan kecepatan rendah maka menggunakan tripod adalah wajib hukumnya. Sedikit saja kamera kita bergoyang atau bergeser maka kita akan kecewa dengan hasil fotonya. Blur, tidak fokus dll. Karena rawan terhadap getaran maka penggunaan remote shutter diperlukan atau bisa menggunakan fitur timer pada kamera.

Pemilihan Waktu
Golden times dan blue hour adalah waktu yang paling saya sukai untuk memotret pemandangan dengan teknik Slow Speed. Matahari sangat indah saat golden times. Bentuknya bulat cahaya yang berwarna jingga dan tidak menyilaukan mata adalah ciri khas matahari saat golden times ini. Biasanya antara jam 5.30 sampai jam 6 baik pagi atau sore anda akan menemukan matahari yang sangat indah. Jika kita ingin memotret sunset atau sunrise maka lakukan dengan cepat karena waktu yang sangat singkat yaitu antara 5 sampai 10 menit saja.

Blue hour adalah waktu ketika matahari menghilang dan langit mulai gelap. Tapi jangan salah mata kita boleh melihat itu sudah gelap namun sensor kamera melihat langit masih berwarna biru yang indah. Blue hour juga sangat cepat hanya kira-kira lima menit saja, dan lewat dari itu langit sudah berwarna hitam gelap. Contoh foto bundaran HI di bawah.  Dan jika motretnya dilanjutkan dengan nighshot langitnya memang nggak dapat tapi jalur cahayanya dapat kita abadikan dengan indah.

Foto 3. Bundaran HI, canon 18-55mm @18mm, f22, 30s, ISO 100

Pemilihan Lensa

Lensa apapun sebenarnya dapat dipakai untuk fotografi landscape tergantung kebutuhan akan focal length sesuai komposisi yang ingin kita dapat dari objek foto. Sebagian besar foto landscape saya diambil dengan lensa zoom standar dengan focal length 17mm atau 18 mm. Lensa tele pun sering saya gunakan untuk memotret pemandangan, namun tetap saja jika cahaya kurang maka kecepatan rana akan sangat rendah. Contoh foto sunset berikut diambil dengan lensa canon 55-250mm pada focal length 154mm.

Foto 4. Sunset di Muara Karang, canon 55-250mm @154mm, f12, 12s, ISO 100
Komposisi
Sebenarnya saya juga tidak terlalu pintar dalam  hal komposisi, dasarnya adalah rule of third. Namun sering kali komposisinya agak tidak pas bagi penganut rule of third karena saya motretnya ikut naluri saya atau mood saya. Terkadang teman fotografer yang sudah ahli, dan berpengalaman sering mengkritik hasil foto saya agak kurang pas. Misalkan horizon yang miring, fotonya belah tengah lah..hahaha. Namun itu semua kan proses dalam belajar.

Foto no. 1  saya ambil dari lantai 7 boiler PLTU Muara karang, naik tangganya cukup melelahkan sih tapi melihat hasil fotonya lelahnya pun hilang. Memotret dari angle atas untuk foto cityscape memberikan kesan yang agak berbeda dibanding yang eye level.
Foto no. 2 ini termasuk yang eye level diambil dari pantai Mutiara. Agak berjuang dikit sih, kucing-kucingan ama satpam perumahan. Ketika lagi motret satpamnya sudah nyamperin di sebelah saya dengan tampang kaku, ya dapat dua  frame langsung kabur dengan hati dongkol.
Kalau foto no.3 diambil dari depan pos TMC bundaran HI. Untung pak polisi baik-baik diijinin motret depan pos, yang penting kulo nuwun sama beliau-beliau.
Untuk Foto no. 4 saya ambil dari HRSG 1 PLTGU Muara Karang.


Di blog ini atau akun facebook saya banyak foto yang sudah saya hasilkan dari teknik ini. Memang penguasaan akan teknik ini belum sempurna tetapi hasil foto dapat saya nikmati.

No comments:

Post a Comment