Bli Tudik : Sawaddi kab!... Sawaddi kha!

21 June 2015

Sawaddi kab!... Sawaddi kha!

Sawaddi kab! Sabai dii Mai? 
Salam, apa kabar? Itulah sapaan hangat dari orang Thailand terhadap siapa saja, baik yang mereka kenal ataupun tidak kenal. Kata kab dan kha membedakan yang memberi salam itu pria atau wanita. Kalau yang memberi salam pria Sawaddi kab, jika wanita Sawaddi kha. Kalau yang memberi salam wanita namun menyebutnya sawaddi kab maka itu mungkin wanita transgender....hahaha, itu hanya candaan sahabat saya.

Reclining Buddha di Wat Pho


User Conference
Mengikuti user conference Mitsubishi M701F selama 5 hari di Bangkok rasanya antara rasa ingin jalan-jalan tapi tertahan karena ada tanggung jawab kerjaan kantor, maklum saja saya baru pertama kali ini ke Bangkok. Biasanya kalau traveling sendiri dengan cara backpackeran maka hasilnya banyak foto. Berhubung kali ini perginya karena tugas kantor maka hasrat memotretnya jadi sedikit direm. Acara conference nya sendiri sangat padat dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore setiap hari. Lepas jam 5 ada acara yang sudah disiapkan dari panitia sampai kira-kira jam 10 malam baru balik ke hotel.

Conference ini merupakan acara tahunan para pengguna turbin Mitsubishi M701F, diikuti oleh perwakilan dari pembangkit listrik dari berbagai negara seperti Jepang, Hongkong, Thailand, Vietnam, Inggris, Belanda, Qatar, New Zealand, Malaysia, Singapore dan Indonesia. Dari Indonesia kami ada tiga tim yaitu dari PLTGU Muara Karang, Tanjung Priok dan Cilegon.

Tempat conference di Eastin Sathon
Materi konferensi sebagian besar adalah sharing permasalahan yang dihadapi oleh pembangkit yang menggunakan mesin Mitsubishi. Masing masing peserta mempresentasikan permasalahan mereka dan langkah apa yang sudah dilakukan dan apakah permasalahan tersebut sudah terselesaikan atau belum. Saat itu saya mempresentasikan permasalahan  position sensor SFC (Static Frequency Control) untuk startup gas turbine. Memang banyak masukan dari user lain yang pernah mengalaminya dan itu sangat bermanfaat sekali. Diskusi nya sangat berkesan sekali karena ini kali pertama saya presentasi dalam acara resmi di depan orang dari berbagai negara dalam bahasa inggris...(Grogi juga).

Suasana conference
Selain pengalaman user, pihak pabrikan juga mempresentasikan produk baru, teknologi baru, layanan baru dan pengalaman troubleshooting yang mereka lakukan. Intinya, acara seperti ini mereka gunakan untuk menerima input dari user akan pelayanan yang perlu mereka tingkatkan, selain itu ya jualan produk baru tadi. 

Dinner after conference
Selain diskusi dan presentasi kegiatan lain adalah kunjungan ke pembangkit listrik tuan rumah yaitu Ratchaburi Power Company. Perjalanan dari bangkok sekitar satu setengah jam. Ratchaburi Power adalah salah satu perusahaan pembangkit swasta di Thailand dengan kapasitas 1400 MW. Yang membuat saya merasa Woow.. adalah kompleks pembangkitnya sangat luas sekali, maklum mereka menggunakan air sungai dan cooling tower sebagai pendingin mesin.


Selain mengunjungi Ratchaburi Power Plant kami juga berkunjung ke EGAT Diamond Services (EDS). Perusahaan ini merupakan workshop resmi Mitsubishi Hitachi Power System (MHPS) untuk repair hotpart gas turbine. Perusahaannya merupakan patungan EGAT (perusahaan listrik negara Thailand) dan MHPS.

Kami juga mengunjungi kuil tertua di Bangkok yaitu Wat Pho. Kuil ini terkenal karena  di dalam kuil terdapat patung Budha yang sedang berbaring (Reclining Buddha) yang ukurannya sangat besar. Kompleks Wat Pho juga terkenal sebagai pusat belajar untuk Thai Massage. Yang ingin mendalami teknik pengobatan pijat Thailand bisa belajar di sini. Tentang Wat Pho ini, bagi masyarakat Thailand sangat spesial dan sangat disucikan. Dibangun dalam jangka waktu yang lama dari masa pemerintahan Raja Rama I sampai Rama IV dan untuk mengenangnya dibangun empat buah pagoda raksasa dalam kompleks kuil.


berfoto dengan latar belakang empat pagoda raksasa di Wat Pho

Kompleks kuil Wat Pho (Thai massage center)
Hal yang menarik ketika saya mengunjungi Bangkok adalah foto dan iklan di jalan raya. Hampir semua gedung pemerintahan dan kantor memajang foto Raja Thailand, yaitu King Rama IX (Bhumibol Adulyadej). Di sepanjang jalan juga terpasang figur yang dihormati di Thailand seperti keluarga besar Raja dan biksu yang dihormati. Kalau urusan pasang iklan disini gedung-gedung dengan dinding lapis kaca menggunakan kaca untuk media iklan atau memasang foto raja.

Foto King Rama IX di gedung Thai airlines

Foto Biksu yang dihormati di Thailand
Transportasi umum
Berbicara transportasi umum antara Bangkok dan Jakarta mirip mirip lah. Macetnya pun sama, tapi disini lebih tertib, motor tidak terlalu banyak seperti jakarta dan disini klakson itu jarang terdengar. Kalau transportasi masal, kami sempat mencoba naik kereta listriknya. Dari stasiun Surasak kami menuju Mo chit dengan transit dulu di national stadium. Rasanya sama kayak KRL jabotabek...maksudnya padat dan berdesak-desakan.

BTS station

Dalam kereta yang padat saat jam pulang kantor
Antrian dibawah adalah untuk naik angkutan umum. Tertibnya TOP dan gak ada yang salip menyalip antrian

Ada yang menarik tentang Tuktuk dalam foto dibawah. Si abang Tuktuk ngetem di dekat hotel kami. Saat itu kami berencana ke pasar Chatuchak untuk beli oleh-oleh. Saat dihampiri dan mengatakan tujuan kami ke pasar Chatuchak si abang geleng-geleng dan langsung tancap gas membawa Tuktuk nya pergi. Usut punya usut ternyata jarak dari hotel ke pasar Chatuchak sangat jauh dengan lalu lintas yang macet dimana-mana. Kami pun naik kereta listrik ke Mo chit (stasiun dekat pasar Chatuchak). Dan memang ternyata sangat jauh , pantas saja si abang Tuktuk tidak mau mengangkut kami.  Sayapun tertawa dalam hati....

Tuktuk yang mangkal dekat hotel

City view sathon road

Bus kota
Untuk bus kota dan angkot, di Bangkok masih ada juga yang tua-tua, seperti Metromini di Jakarta. Angkotnya pun semi terbuka dan penumpang boleh gandolan jika penuh. hahaha....

Ternyata ada yang gandol juga di angkot
Asiatique

Tempat ini adalah tempat belanja oleh-oleh di Bangkok. Toko-toko di kompleks ini sebagian besar menjual barang cinderamata khas Thailand. Banyak turis yang datang untuk membeli oleh-oleh disini. Gantungan kunci, patung gajah, kaos dengan aneka motif seperti gajah dan tuktuk dapat kita beli dengan mudah dan harga yang cukup murah. Satu pak gantungan kunci isi 6 hanya 100 Baht, patung gajah kecil 150 Baht dan baju kaos dengan kualitas yang lumayan dapat dibeli dengan harga 160 Baht tentu saja setelah tawar menawar dengan bahasa tarzan.


Kios penjual cinderamata

Salah satu art gellery di Asiatique

Kompleks restoran di Asiatique
Dalam area Asiatique terdapat teater untuk menonton pertunjukan live Muay Thai, seni bela diri Thailand. Masih ingat film King Naresuan atau Samurai of Ayutthaya, ya...seperti menonton film itu tapi live. Saya salut sekali sama aktor-aktornya. Mereka sangat terampil dan menguasai gerakan bela diri Muay Thai baik yang tangan kosong atau pake senjata. Ada video tentang nama jurus dan gerakannya dicontohkan live oleh sang aktor. Muay Thai sendiri menurut saya jurus-jurusnya sangat mematikan dan untungnya  ini cuma pertunjukan. Agak ngeri-ngeri juga nonton gerakan-gerakan yang berbahaya tersebut, takut ada yang celaka. Setelah show kami juga nonton tinju Thai boxing kelas anak-anak. Kalau yang ini real pertandingan olahraga jadi nggak sengeri dan brutal show Muay Thai. Baru kali ini saya nonton tinju yang ada musik pengiringnya, namun ini beneran, kena tendang sedikit kakinya keseleo beneran, kasihan juga anak itu, pulang sambil dipapah pelatihnya. 

Theater untuk menonton live show Muay Thai

River Cruise
Wisata sungai di Bangkok sudah dikemas menjadi paket - paket wisata sungai yang menarik. Menawarkan makan malam diatas kapal sambil menikmati perjalanan sepanjang sungai chao praya.  Bangkok, Melaka, Singapura sudah mengemas kawasan sungai menjadi sebuah daya tarik wisata sedangkan Jakarta...hmmm? Sepanjang pinggir sungai banyak sekali restoran dan hotel yang menawarkan tempat untuk makan malam dengan view sungai. Memang sih sungainya bersih dan tidak bau jadi para wisatawan merasa nyaman sekali. Makan malam di restoran di atas geladak kapal  dengan angin yang cukup kencang dan dihibur oleh live music membuat suasana yang unik, karena saya jarang -jarang mengalaminya, paling-paling makan mie instant dan kopi susu diatas ferry ketapang-gilimanuk saat pulang kampung jaman kuliah dulu.


Selain menyuguhkan makan malam, diatas kapal pengunjung juga bisa menikmati live music dan pertunjukan tari tradisional thailand. Kalau foto berikut sepenggal tarian Nang Sida (dewi Sita) saat ditemui oleh Hanoman dari cerita Ramayana, di Thailand disebut Ramakien. Sayang foto hanomannya saya nggak dapat.....hahaha.
Thai traditional dance
Hotel
Mencari hotel sangat mudah sekali tergantung pada budget masing-masing. Kami menginap di hotel King royal garden inn dekat dengan tempat conference di Eastin Sathon. Hotel ini berada di daerah yang cukup strategis di Sathon road . Dekat dengan stasiun BTS Surasak dan pusat bisnis di Bangkok namun harga nya cukup terjangkau sekelas bintang 3.

King Royal Garden Inn
Lingkungan di sekitar hotel memang cukup ramai. Banyak pedagang kaki lima di halaman depan hotel,pada pagi saat orang-orang berangkat kantor sangat ramai sekali yang membeli makanan atau sarapan di depan hotel sampai-sampai agak kesulitan kalau berjalan keluar hotel. Di sebelah hotel ada ATM dan mini market yang buka 24 jam. Begitu masuk bukan meja resepsionis yang menyapa namun toko-toko makanan, ada salon dan bahkan laundry. Sepertinya memang disengaja lantai satu dipakai untuk berdagang, dan dalam hotel tidak ada fasilitas laundry namun tamu bisa mencuci pakaian di laundry di barisan toko-toko  lantai satu.

Pertokoan di lantai satu hotel

Pedagang kaki lima di depan hotel
Itulah sepenggal cerita dari keikutsertaan saya di M701F user conference di Bangkok. Mungkin lain waktu saya bisa berkunjung ke Thailand untuk tujuan berwisata bukan bekerja...hehehe. Biar oleh-oleh fotonya agak banyak.

Khob Khun Kab
-Terima kasih-

No comments:

Post a Comment