Bli Tudik : Daytime Walking Tour

15 May 2013

Daytime Walking Tour

Backpackeran ke Singapore menjadi kegiatan saya untuk mengisi liburan saya dua tahun lalu. Tentu saja sudah saya rencanakan tiga bulan sebelumnya. Bagi backpacker seperti saya , tujuannya untuk mendapatkan tiket pesawat yang lebih murah ketimbang saya pergi mendadak. Waktu pergi pun saya ambil adalah weekday, kalau pergi pas weekend tiket pesawat bisa naik gila-gilaan, begitu pula dengan penginapan pasti susah. Tiket pesawat Lion Air pp sudah di tangan dan penginapan pun sudah saya book untuk tiga malam. Saya book kamar di ABC Hostel secara online dengan harga yang cukup murah. Hostel ini sih menurut saya tempat favorit orang Indonesia yang backpacker ke Singapore. Hal yang sangat penting dalam merencanakan perjalanan adalah membuat tabel rencana perjalanan (travel itinerary) yang berisi tempat yang ingin dikunjungi, sarana transportasinya apa dan beayanya kira-kira berapa. Setelah semua siap akhirnya berangkatlah saya backpackeran ke Singapore. 
Masjid Sultan

Menurut saya Singapore sangatlah tertata rapi. Sistem transportasinya sangat baik, sangat informatif bagi penggunanya. Peta Singapore tersedia sangat banyak di setiap stasiun, halte bis, ataupun tempat-tempat umum. Orang yang pertama kali ke sana, seperti saya, tidak akan khawatir tersesat. Asal bisa baca peta lho...hehe.
Tujuan backpackeran saya ke Singapore adalah mengunjungi tempat-tempat yang bernilai historis/budaya dan mengabadikannya dalam jepretan kamera dslr saya. Saya sama sekali tidak belanja-belanja disana kecuali oleh-eleh gantungan kunci. Secara budaya orang singapore dapat dibedakan menjadi tiga besar yaitu etnis melayu, india dan china. Sayapun berkesempatan untuk mengunjungi tempat-tempat yang merupakan pusat budaya dari ketiga etnis tersebut.
Kampong Glam merupakan tempat historis bagi etnis melayu. Disini terdapat masjid yang terkenal yaitu Masjid Sultan dan Istana Sultan Ali.
Istana Sultan Ali
Di daerah ini sering menjadi tempat berkumpul warga singapore yang beragama muslim melayu. Banyak warung makan yang menyediakan masakan khas melayu, termasuk ada satu warung padang.
Warong Nasi Pariaman
Little India merupakan perkampungan orang india, sepanjang jalan banyak toko-toko milik orang india. Suasanapun mirip dengan yang di film india, bedanya hanya tidak ada bajai aja...hehh. Perasaan saya sebenarnya agak ngeri-ngeri gimana kalau jalan sendiri di sini, apa karena wajah-wajah orang india disini kayak penjahat-penjahat di film Bollywood ya.?? Menurut saya daerah ini sangat unik seperti bukan di Singapore.
Pertokoan di Little India

Toko peralatan sembahyang


Kalau berkunjung ke suatu kota pasti memiliki perkampungan cina, di Singapore Chinatown kini berfungsi sebagai pusat belanja oleh-oleh, tempat makan, danpertokoan yang dihias khas pecinan. bukan tempat yang unik namun sangat ramai pengunjung. Di sekitar Chinatown terdapat juga masjid, kuil hindu dan wihara yang letaknya berdekatan.

Masjid Jamek Chinatown

Chinesse temple
Di Singapore semua tempat adalah by-design tidak ada yang alami, taman-taman, danau semuanya dibuat pemerintah. Saya berkesempatan untuk mengunjungi chinesse garden dan japanese garden. Sepertinya dibangun belum terlalu lama, masih baru.
  
Pagoda di chinesse garden
Tempat terkenal lain di Singapore adalah pulau Sentosa, saya kesana menaiki cable car. Pemandangan sih biasa saja dan saya tidak begitu tertarik dengan wahana-wahan yang ada di pulau Sentosa. Nyesel juga sih tapi cukup untuk mengobati keingintahuan saya saja. Empat hari telah berlalu, saya kembali ke Jakarta dengan perasaan senang, ini pengalaman saya backpackeran sendiri ke luar negeri. Yang ingin pergi ke singapore peta MRT bisa didownload disini , semoga bermanfaat.

No comments:

Post a Comment