Bli Tudik : Anak-Anak Sederhana dari Rumpin

16 May 2013

Anak-Anak Sederhana dari Rumpin

Saya akui jaman sudah banyak berubah. Saya masih ingat ketika kecil bermain di ladang orang, membuat senapan dari pelepah pisang, mobil-mobilan dari kulit jeruk, ikut kakek mencari rumput untuk pakan sapi, ataupun membantu nenek mencari kayu bakar. Tapi itu dulu! Anak-anak jaman sekarang sudah berbeda. Sekarang udah era modern, listrik sudah masuk ke pelosok-pelosok, informasi mudah diakses. Gadget, playstation, game online adalah mainan anak jaman sekarang. Di kota besar atau kecil sekelas kota kecamatan barangnya sudah mudah di beli. Bagaimana dengan mereka yang tempat tinggalnya susah diakses? sepertinya hal-hal yang saya alami waktu kecil masih dialami oleh anak-anak tersebut.

Anak penyadap karet

Kakak beradik penyadap karet
Ketika sahabat-sahabat saya di CWF mengajak untuk pergi ke Rumpin sayapun tidak menolak. Menurut mas Bagas (pengurus CWF) daerahnya masih asri meskipun akses jalan ke sana agak susah tapi cocok untuk hunting foto khususnya penggemar human interest (HI). Kami berkumpul di dekat pasar Parung Bogor karena jalan menuju lokasi hanya mas Bagas yang tahu. Lokasi yang kami tuju ternyata adalah hutan/perkebunan karet. Memang betul kalau hari cerah lokasinya cocok untuk pemotretan human interest. Kalau sekarang mungkin spot nya sudah jadi spot sejuta umat...hehehe. Yang kami potret disana adalah kehidupan anak pekerja perkebunan karet, sebenarnya anak ini cuma membantu orang tuanya yang bekerja di kebun karet.

Menyadap karet
Kami pun pulang karena hari sudah siang dan badan mulai terasa lelah.

Beberapa waktu kemudian saya ikut ke Rumpin lagi, kali ini ke perkampungan penduduk. Sahabat CWF menyebut kampung ini kampung ROL, karena kalau pagi ada berkas sinar matahari (Ray of Light) yang menembus pepohonan yang lebat di sana. Kali ini yang kami foto adalah kengiatan sehari-hari anak-anak kampung tersebut.


Bermain ketapel


Bermain lempar sarung

Sayang banget sama ayamnya


Bikin kitiran kalo orang sunda bilang

Puas juga setelah foto sana-sini dengan anak-anak, perasaan senang kala mengunjungi rumah mereka, mendengar gelak tawa saat foto-foto dan dapat berbincang dengan keluarga dan masyarakat sekitar adalah pengalaman yang tak ternilai.

1 comment:

  1. Semangat bekerja buat mu ya adik adik
    hidup berladang pun masih bisa makan dan melanjutkan sekolah setinggi tinggi nya apa yang kita inginkan ..!!

    jangan pernah gengsi dalam melakukan kerja apa pun hidup ini..
    rezekimu akan berkah bagimu.. niscahaya allah akan turun menerangkan jalanmu.....???

    ReplyDelete